Bantu Selamatkan Penumpang KMP Batumandi, Nelayan Lokal Dapat Penghargaan Mengejutkan dari BHS!

Kamis, 22 Okt 2026 10:20 WIB
Bantu Selamatkan Penumpang KMP Batumandi, Nelayan Lokal Dapat Penghargaan Mengejutkan dari BHS!
Sumber foto: Dok. Istimewa

MERAK — Penyelamatan penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan Merak pada Selasa (20/10) sore mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS). Ia secara resmi menyerahkan penghargaan dan tali asih kepada komunitas perahu serta mooring boat yang ikut bertaruh nyawa dalam proses evakuasi, Rabu (21/10).

BHS menilai keberanian dan kesigapan warga lokal di sekitar pelabuhan sangat vital dalam mempercepat penyelamatan para korban di laut. Aksi kemanusiaan tersebut dinilai mampu meminimalkan dampak buruk dari insiden kebakaran kapal feri tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada komunitas perahu dan mooring boat yang telah membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi,” kata Bambang Haryo Soekartono dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya

Selain mengapresiasi warga lokal, BHS menyampaikan terima kasih atas kesiapsiagaan seluruh unsur tim SAR gabungan. Sinergi yang solid ditunjukkan oleh jajaran Basarnas, TNI, Kepolisian, hingga Jasa Raharja dalam merespons kondisi darurat.

Setelah menyerahkan apresiasi, Ketua Dewan Pembina MTI Pusat ini mendesak ganti rugi para penumpang segera direalisasikan. Langkah penanganan dampak kerugian dinilai harus bergerak secepat proses evakuasi.

“Saya berharap proses penyelesaian klaim asuransi bagi korban, termasuk penumpang, kendaraan, dan barang, dapat dilakukan secepatnya oleh Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putra,” tegas BHS.

Di sisi lain, BHS menilai penanganan darurat oleh awak kapal telah mematuhi International Safety Management (ISM) Code. Seluruh fasilitas penyelamatan seperti jaket pelampung, Inflatable Life Raft (ILR), dan Marine Evacuation System (MES) terbukti berfungsi optimal.

Meskipun kapal buatan 2014 ini dinyatakan layak berlayar oleh otoritas pelabuhan, BHS mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap truk muatan berbahaya serta kendaraan listrik. Evaluasi total fasilitas keselamatan dan kesiapan personel harus terus ditingkatkan agar musibah serupa tidak terulang di jalur penyeberangan Indonesia.

Pos terkait