Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas di kawasan Kampung Ilmu Surabaya agar dapat berfungsi optimal sebagai ruang publik edukatif yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata pendidikan tersebut pada Sabtu, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ia menilai Kampung Ilmu memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar.
Menurut Bambang, konsep wisata pendidikan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menyebut Kampung Ilmu sebagai salah satu ikon yang mampu menggabungkan unsur rekreasi dan edukasi secara bersamaan.
“Wisata pendidikan seperti ini sangat penting, karena memberikan alternatif pembelajaran di luar kelas yang lebih fleksibel dan menyenangkan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi, mengingat jumlah institusi pendidikan yang cukup banyak. Hal ini menjadi peluang untuk menjadikan Kampung Ilmu sebagai pusat aktivitas membaca dan belajar bagi siswa dari berbagai tingkat.
Meski demikian, Bambang mengingatkan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus diiringi dengan peningkatan fasilitas yang memadai. Ia menyoroti minimnya sarana pendukung seperti tempat duduk bagi pengunjung yang ingin membaca buku di lokasi.
Selain itu, kondisi infrastruktur seperti jalan akses dan drainase juga menjadi perhatian. Bambang menilai perbaikan di sektor tersebut sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan aksesibilitas kawasan, terutama saat musim hujan.
“Kalau infrastrukturnya baik, masyarakat akan lebih tertarik datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” ujarnya.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif untuk menjadikan Kampung Ilmu sebagai ruang publik yang representatif dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan ruang edukatif yang terbuka sangat penting dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Bambang mengaitkan penguatan literasi dengan tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam satu dekade mendatang. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan dan minat baca menjadi kunci dalam menciptakan generasi produktif yang kompetitif.
“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun daya saing bangsa,” katanya.





