SIDOARJO — Bambang Haryo Soekartono menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam membangun kualitas generasi muda Indonesia saat melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungturi, Kecamatan Taman.
Dalam agenda tersebut, Bambang Haryo hadir bersama Camat Taman, lurah setempat, Kepala SPPG, dan pihak yayasan pengelola. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas serta efektivitas pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi para siswa.
Menurut Bambang Haryo, keberadaan program MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era bonus demografi, ketika jumlah penduduk usia produktif Indonesia berada pada angka yang tinggi.
“Program MBG ini bukan sekadar memberikan makanan kepada siswa, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Bambang Haryo.
Dalam peninjauan tersebut, ia melihat SPPG Kedungturi mampu memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan bergizi setiap harinya. Ia menilai kapasitas tersebut menunjukkan kesiapan pengelola dalam menjalankan program secara optimal dan berkelanjutan.
Selain kapasitas produksi, Bambang Haryo juga memperhatikan kualitas menu makanan yang diberikan kepada siswa. Ia menyebut variasi menu yang tersedia sudah sesuai dengan standar MBG, baik dari sisi kecukupan nutrisi maupun keseimbangan komposisi gizinya.
“Menunya sudah sesuai standar, gizinya cukup, tidak berlebihan dan tidak kurang. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sistem pengelolaan limbah di fasilitas tersebut yang dinilai sudah tertata dengan baik. Menurutnya, aspek kebersihan dan lingkungan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pelayanan gizi.
Bambang Haryo berharap program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan siswa. Dengan kondisi fisik dan kemampuan belajar yang lebih baik, para siswa diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Kalau kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik, maka mereka akan memiliki kemampuan belajar dan daya saing yang lebih tinggi di masa depan,” tuturnya.





