Bambang Haryo dan DLU Holding, Turun ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang

Kamis, 11 Des 2025 10:14 WIB
Bambang Haryo dan DLU Holding, Turun ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang
Bambang Haryo bersama DLU Holding saat mendistribusikan bantuan di Posko pengungsian Aceh Tamiang/Foto : Istimewa

Aceh Tamiang – Distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang terus mengalir. Pada Rabu (10/12), Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menggandeng DLU Holding untuk menyalurkan bantuan logistik dan dukungan komunikasi darurat bagi para pengungsi. Kehadiran BHS di lokasi bencana sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak secara luas akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir.

BHS menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang merendam permukiman, memutus jalan, dan memaksa banyak warga mengungsi ke titik-titik aman. Ia mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI/Polri, dan relawan yang bergerak cepat melakukan evakuasi serta membuka akses jalan yang sebelumnya terisolasi.

“Musibah ini sangat berat bagi warga Aceh Tamiang. Namun berkat kerja keras semua pihak, kondisi di lapangan mulai membaik,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pada penyaluran tahap ini, BHS membawa sekitar 12 truk berisi bantuan sembako yang kemudian dibagikan ke sejumlah posko pengungsian. Bantuan disalurkan ke posko utama, posko Gerindra yang mengoperasikan dapur umum, serta posko Bupati Aceh Tamiang. Untuk memperlancar koordinasi, ia juga menyerahkan perangkat Starlink guna memastikan komunikasi tetap berjalan di wilayah yang terdampak gangguan jaringan.

Selain memberikan bantuan, BHS menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi bencana, terutama di wilayah rawan seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia mendorong pemerintah daerah dan pusat memperkuat mitigasi melalui penyediaan early warning system (EWS) yang terintegrasi.

“Setiap daerah rawan bencana harus memiliki sistem peringatan dini yang aktif dan teruji. Sirine, alat deteksi, dan rencana evakuasi harus benar-benar siap,” tegasnya.

Kapoksi Komisi VII Fraksi Gerindra DPR-RI juga mengingatkan agar anggaran untuk BNPB, Basarnas, BMKG, dan Coast Guard tidak dipangkas, mengingat lembaga-lembaga tersebut memegang peran penting dalam penyelamatan masyarakat saat bencana terjadi. Ia menilai penguatan anggaran perlu dilakukan agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Dalam masa pemulihan, BHS menyebut warga membutuhkan percepatan perbaikan infrastruktur, normalisasi jalur air, dan pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak. Ia mendorong sektor swasta untuk meningkatkan kontribusi CSR guna membantu percepatan pemulihan.

BHS berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat menjadi dukungan moral dan material bagi warga Aceh Tamiang yang sedang menghadapi masa sulit. Ia berharap proses pemulihan berjalan cepat dan pemerintah memperkuat kesiapsiagaan bencana agar kejadian serupa tidak lagi menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat.

Pos terkait