Brilian°Amerika Serikat – Keraguan Amerika Serikat masih menyelimuti tindakan Moskow di tengah konflik Rusia-Ukraina. Setelah mengatakan tak melihat tanda penarikan pasukan dari perbatasan, kini AS menyatakan Moskow justru mengirim tambahan pasukan.
Menurut seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, klaim Rusia soal penarikan pasukan dari perbatasan Ukraina bisa dikatakan “palsu.”
“Jadi kemarin, Pemerintah Rusia mengatakan mereka menarik mundur pasukan dari perbatasan dengan Ukraina. Mereka memperoleh banyak perhatian dari klaim ini, baik di AS maupun di dunia. Tetapi sekarang kita tahu bahwa klaim itu palsu,” ujar pejabat tersebut pada Rabu (16/2), seperti dikutip media ini.
“Pemerintahan Joe Biden sudah mengkonfirmasi bahwa Rusia telah meningkatkan presensi pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina sebesar 7.000 prajurit, dengan jumlah besar tiba pada Rabu,” lanjut dia.
Dalam pidato di Gedung Putih, Rabu (16/2), Presiden AS Joe Biden mengungkapkan jumlah pasukan Rusia di dekat perbatasan bisa mencapai 150.000 tentara.
Maxar Technologies melaporkan foto-foto satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas militer Rusia yang semakin meningkat di perbatasan.
Salah satunya adalah pembangunan sebuah jembatan ponton (jembatan terapung) di Belarusia, kurang dari 6 km dari perbatasan Ukraina.
Maxar Technologies adalah sebuah perusahaan pencitraan satelit komersial yang sudah dengan aktif memonitor pergerakan militer Rusia di perbatasan.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa (15/2) lalu mengumumkan penarikan sebagian pasukannya dari dekat perbatasan Ukraina. Hal ini disebabkan para pasukan sudah selesai menjalani latihan.
Mereka juga mengunggah video pada Rabu (16/2) yang menunjukkan pasukan Rusia meninggalkan Semenanjung Krimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia pada 2014 silam.
Sebelumnya, sejumlah media Barat memprediksi serangan oleh Rusia terhadap Ukraina bisa jadi berlangsung pada Rabu (16/2). Presiden Ukraina Volodydmyr Zelenskiy menanggapi kabar itu dengan menjadikan 16 Februari sebagai ‘Hari Persatuan’.
Tampak rakyat Ukraina mengibarkan bendera nasional dan mengumandangkan lagu kebangsaan mereka, menolak dengan keras segala bentuk invasi atau serangan dari Rusia.
Serangan yang diprediksi itu ternyata tidak pernah datang. Rusia pun mengejek peringatan Barat soal potensi serangan ke Ukraina. Mereka menyebut Barat sebagai “paranoid” dan “kegilaan.”
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berkomentar secara sarkastik soal potensi serangan pada hari Rabu. Ia mengatakan, saat itu pejabat-pejabat Rusia justru tidur nyenyak.





