Antrean Ketapang-Gilimanuk Terurai, Bambang Haryo Apresiasi Stakeholder

Kamis, 1 Okt 2026 10:41 WIB
Antrean Ketapang-Gilimanuk Terurai, Bambang Haryo Apresiasi Stakeholder

Banyuwangi – Kemacetan kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi, Jawa Timur, yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 12 hingga 19 kilometer, mulai terurai. Pada Selasa (29/9) pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan tercatat tersisa sekitar 1,5 kilometer.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi langkah cepat sejumlah pemangku kepentingan di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang dinilai berhasil mengurai kemacetan panjang di jalur utama wilayah utara Kabupaten Banyuwangi tersebut.

“Syukur Alhamdulillah di tanggal 29 September jam 15.00 WIB antrian kemacetan di Penyebrangan Gilimanuk – Ketapang sudah terurai, saat itu mencapai 1.5 Kilometer. Saya mengapresiasi kerja keras pelayaran yang tergabung di GAPASDAP beserta Kepelabuhanan PT ASDP Indonesia Ferry yang mengawasi pengetatan jadwal bongkar muat semua kapal dilakukan dari 35 menit menjadi 15 menit, sesuai dengan usulan dari saya yang disepakati agar lintasan menjadi lancar dan terkendali,” pungkas BHS, Rabu (30/9).

Menurut BHS, salah satu langkah yang dinilai efektif adalah memangkas waktu bongkar muat kapal dari sebelumnya sekitar 35 menit menjadi 15 menit. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan jumlah perjalanan kapal sekitar 50 persen, setelah sebelumnya terjadi penurunan kapasitas operasional sekitar 20 persen.

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu mengaku masih terus memantau perkembangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk mempertahankan kedisiplinan dalam penerapan pola operasional yang telah disepakati.

BHS yang juga Ketua Dewan Pembina MTI Pusat menilai konsistensi menjadi faktor penting agar antrean kendaraan tidak kembali menumpuk ketika volume kendaraan meningkat.

“Saya berharap kondisi lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang terus membaik sehingga masyarakat, pelaku usaha, pengemudi angkutan logistik maupun wisatawan dapat kembali memperoleh kepastian waktu dalam menggunakan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujar BHS.

Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Raya Wongsorejo menuju Pelabuhan Ketapang dengan antrean kendaraan yang dalam beberapa kondisi mencapai sekitar 12 hingga 19 kilometer. Kondisi tersebut berlangsung di tengah proses revitalisasi Dermaga V Ketapang dan Dermaga II Gilimanuk.

Revitalisasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas dermaga, dari sebelumnya sekitar 20–35 ton menjadi 50 ton. Namun, selama proses pekerjaan berlangsung, kapasitas operasional penyeberangan sempat mengalami penurunan sekitar 20 persen sehingga tekanan terhadap antrean kendaraan semakin besar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan didorongnya percepatan bongkar muat sebagai langkah operasional untuk menjaga kapasitas pelayanan selama proses peningkatan infrastruktur berlangsung.

Pos terkait