Brilian-news.id | Bondowoso – Sebanyak delapan peserta Magang Nasional Batch 2 bagian Bimbingan Kerja melakukan uji coba pembuatan produk unggulan berbahan singkong. Kegiatan ini dilaksanakan di Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, sebagai upaya memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan keterampilan peserta magang (02/12).
Singkong dipilih sebagai bahan utama karena di Bondowoso komoditas ini melimpah dan memiliki prospek produksi masal yang tinggi. Para peserta magang melakukan berbagai inovasi dalam pengolahan singkong menjadi kripik, dengan harapan dapat menciptakan produk yang unik dan diminati pasar.
Kegiatan uji coba ini merupakan bagian dari pembinaan kerja produksi yang bertujuan menyiapkan peserta magang untuk berkontribusi dalam pengembangan produk lokal. Delapan peserta magang secara aktif mengikuti setiap tahapan produksi mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran racikan bumbu, hingga pengemasan.
Kasubsi Giatja, Denny Duwi Jaya, yang mendampingi kegiatan ini menyampaikan bahwa kehadiran peserta magang dapat memberikan warna baru dalam pembinaan. “Kami berharap kreativitas peserta magang dapat menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki peluang untuk diproduksi masal,” ujar Denny.
Lebih lanjut, Denny menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi evaluasi untuk melihat sejauh mana inovasi peserta magang mampu diaplikasikan dalam produksi skala besar. “Jika salah satu racikan kripik singkong ini terbukti berhasil, kami akan mendukung penuh agar bisa dipasarkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan,” jelasnya.
Harapan besar ditujukan pada hasil racikan para peserta magang agar dapat diproduksi masal. Dengan dukungan pembinaan dan kreativitas peserta, diharapkan kripik singkong ini bisa menjadi produk unggulan Bondowoso yang dikenal luas dan memiliki nilai jual tinggi, sekaligus memberdayakan potensi lokal secara maksimal.





