YOGYAKARTA – Tekanan ekonomi global dan kebijakan fiskal yang dinilai belum berpihak membuat industri galangan kapal nasional berada dalam situasi sulit. Kapoksi Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai diperlukan langkah strategis dan keberpihakan nyata pemerintah untuk menjaga keberlangsungan sektor tersebut.
Hal itu disampaikan Bambang saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Nasional yang digelar PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) di Hotel The Malioboro, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026). Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, regulator, serta asosiasi untuk membahas tantangan dan arah kebijakan industri perkapalan nasional.
Bambang yang juga Owner PT Dharma Lautan Utama Holding dan Penasehat Utama PT ASSI mengungkapkan, industri galangan kapal saat ini menghadapi penurunan pesanan kapal baru. Kondisi tersebut diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta dampak konflik Rusia-Ukraina yang memicu kenaikan harga material baja pelat sebagai komponen utama pembangunan kapal.
“Beban industri semakin berat karena faktor eksternal dan internal. Tanpa dukungan kebijakan yang tepat, daya saing galangan nasional akan terus tergerus,” ujarnya.
Direktur Utama PT ASSI, Ir. Anita Puji Utami, menyebut ketergantungan pada komponen impor masih tinggi. Ia menjelaskan, sekitar 70 persen komponen kapal masih didatangkan dari luar negeri akibat keterbatasan industri penunjang dalam negeri.
Menurut Anita, tingginya bea masuk komponen serta beban pajak pertambahan nilai (PPN) membuat harga kapal produksi nasional kurang kompetitif dibandingkan produk luar negeri. Karena itu, ia mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal guna memperkuat rantai pasok domestik.
FGD yang dipandu Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, juga menghadirkan perwakilan Kementerian Perindustrian, Riski Riadi Perdana. Ia menekankan pentingnya standardisasi industri dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
Selain aspek kebijakan dan rantai pasok, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama. PT ASSI menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan fondasi penting untuk mendorong produktivitas, inovasi, serta efisiensi industri galangan kapal nasional.
Forum tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian, Kemenko Marves, BKI Academy, DPP INSA, serta jajaran DPP IPERINDO. Diskusi diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dalam memperkuat industri galangan kapal agar lebih mandiri dan berdaya saing global.





