Brilian*Jawa Tengah – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah mengaku tidak mengurusi even perlombaan perahu naga di Adipala, Cilacap pada Minggu (12/12). Pihak KONI tidak pernah mendapat surat tembusan dari panitia terkait penyelenggaraan lomba tersebut.
“Kita tidak pernah tahu siapa penyelenggaranya dan izinnya kayak apa,” kata Plt Ketua KONI Jawa Tengah, Bona Ventura di Semarang, Kamis (16/12).
Hal itu disampaikan bona terkait rencana polisi meminta keterangan KONI Jateng atas insiden meninggalnya dua atlet yang tenggelam dalam pelaksanaan lomba. Dia menyebut bahwa perahu naga tidak masuk dalam cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah KONI Jateng.
“Jadi urusannya apa manggil kita. Tidak ada urusannya sama KONI Jateng. Perahu naga tidak masuk cabang olahraga di Jawa Tengah. Harusnya polisi minta keterangan ke KONI Cilacap sebab kalau acara olahraga diadakan di tingkat desa atau kecamatan, kita tidak bisa mantau,” ungkapnya.
Sebelumnya pihak kepolisian akan memeriksa sejumlah saksi dan meminta klarifikasi KONI Jateng. Klarifikasi menyusul adanya dua atlet perahu naga meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Tipar Desa Karangbenda, Adipala, Cilacap pada Minggu (12/12) lalu.
Kejadian dua atlet tenggelam bernama Adit Pramono (21) dan Leo Ferdinan (17) dipicu perahu naga yang ditumpangi hampir sampai garis finish terbalik akibat bertabrakan dengan perahu sesama peserta.
Tim Basarnas Cilacap yang mendapati laporan adanya atlet tenggelam langsung melakukan pencarian di lokasi. Petugas mengevakuasi tubuh Leo Ferdinan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (12/12) pukul 18.55 WIB. Sementara jenazah Adit Pramono ditemukan Selasa (14/12).





