Brilian•BANDUNG – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., melakukan kunjungan ke Kantor Satgas Anti Rentenir Kota Bandung pada Selasa (9/1/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Tedy Rusmawan mengimbau warga agar memilih koperasi sebagai alternatif pembiayaan, menjauhi jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol).
Ketua Umum Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Atet Dedi Handiman dan Ketua Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya, menyambut kunjungan Tedy Rusmawan.
Saji Sonjaya menjelaskan, sepanjang tahun 2023, terdapat 2.100 pengaduan warga terkait masalah rentenir dan pinjol, yang sebagian besar disampaikan melalui pengaduan online.
“Rata-rata mengadu via pengaduan online. Kita data, kita berikan strateginya, kita latih dan kita didik,” ungkap Saji Sonjaya.
Kasus pengaduan terjerat pinjol sempat mengalami penurunan, namun kemudian muncul kembali. Mayoritas warga yang mengajukan pinjaman ke rentenir dan pinjol menggunakan dana tersebut untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari.
Melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat warga Jabar pinjam ke pinjol hingga Rp1.3 triliun, memperkirakan jumlah yang signifikan juga terjadi di Kota Bandung. Oleh karena itu, Satgas Anti Rentenir diharapkan dapat membantu meringankan beban warga.
Dalam hal ini, Saji Sonjaya meminta warga agar berhati-hati dengan rentenir yang mengatasnamakan koperasi. Modus ini memanfaatkan berbagai kemudahan awal dengan memberikan pinjaman meskipun bukan anggota. Warga yang mengadu kemudian diarahkan untuk memilih koperasi-koperasi yang ada di Kota Bandung.
Tedy Rusmawan menyatakan, dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat, banyak yang meminta pertolongan terkait masalah rentenir dan pinjol. Dengan adanya Satgas Anti Rentenir, ia berharap dapat membantu warga yang terbebani oleh masalah tersebut.
“Saya rasa Satgas Anti Rentenir ini bisa sangat membantu Pemkot Bandung. Satgas ini harus terus diperkuat supaya warga tidak terbebani hidupnya,” ucapnya.
Dalam meningkatkan layanan kepada publik, Tedy mengharapkan warga aktif memilih alternatif pembiayaan dari koperasi. Para pengurus koperasi di Kota Bandung siap membantu pendampingan pembiayaan, termasuk memberikan konsultasi untuk peningkatan usaha.
Atet Dedi Handiman, Ketua Umum Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, mengemukakan, Satgas Anti Rentenir bertugas dalam penanganan dan pencegahan melalui edukasi. Jika memungkinkan, disediakan alternatif akses keuangan, termasuk bantuan dari Baznas Kota Bandung.
“Mudah-mudahan apa yang telah diarahkan Ketua DPRD mendapat dukungan sarana operasional terutama kantor bisa direalisasikan,” harap Atet Dedi Handiman.**





