Tahanan Baru Jalani Skrining Mental, Lapas Bondowoso Perkuat Pengawasan Kesehatan Jiwa

Sabtu, 6 Des 2025 12:38 WIB
Tahanan Baru Jalani Skrining Mental, Lapas Bondowoso Perkuat Pengawasan Kesehatan Jiwa

Brilian-news.id | Bondowoso — Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, melaksanakan kegiatan skrining kesehatan jiwa bagi tahanan baru sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan mental pada Jumat, 05 Desember 2025. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan bertempat di Aula Terbuka Lapas. Program ini merupakan komitmen lapas dalam mendukung kesehatan mental warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya mereka yang baru menjalani proses penahanan (06/12).

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter lapas, staf Keswat, serta empat orang peserta magang yang turut membantu proses pelaksanaan. Sebanyak 14 orang tahanan baru mengikuti skrining yang telah dijadwalkan. Menurut dokter yang memimpin kegiatan, “Skrining awal seperti ini sangat penting untuk mengenali kondisi psikologis tahanan sejak hari pertama. Banyak dari mereka datang dengan beban mental yang berat, sehingga deteksi dini dapat mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius,” ujarnya.

Skrining kesehatan jiwa dilakukan menggunakan metode Self-Reporting Questionnaire (SRQ), sebuah instrumen deteksi dini masalah kesehatan mental yang direkomendasikan oleh WHO. Melalui serangkaian pertanyaan sederhana, SRQ membantu mengidentifikasi gejala kecemasan, depresi, stres, hingga potensi PTSD. Metode ini banyak digunakan pada layanan kesehatan primer dan komunitas karena efektivitasnya dalam mengungkap kondisi psikologis seseorang secara cepat dan tepat.

Bacaan Lainnya

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan kesehatan jiwa, mengidentifikasi risiko bunuh diri atau perilaku menyimpang lainnya, serta menentukan penempatan WBP pada blok hunian yang tepat sesuai kondisi mental mereka. Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan WBP dapat lebih terjamin sekaligus mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Sebelum pelaksanaan skrining, petugas lapas telah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Setiap tahanan baru kemudian dipanggil satu per satu untuk mengikuti proses pemeriksaan. Peserta magang bertugas melakukan skrining langsung kepada mereka, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat dokter dan staf Keswat guna memastikan hasil pemeriksaan valid dan prosedur berjalan sesuai standar.

Secara keseluruhan, kegiatan skrining kesehatan jiwa ini berlangsung tertib dan lancar. Lapas Kelas IIB Bondowoso terus menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memprioritaskan kesehatan mental para WBP sebagai bagian dari pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis dan rehabilitatif. Dengan adanya skrining rutin seperti ini, diharapkan kondisi psikologis setiap WBP dapat terpantau dengan baik selama menjalani masa pembinaan.

Pos terkait