Relawan BAZNAS Jabar Ditempa Jadi Fasilitator Tanggap Bencana di Kiarapayung

Minggu, 4 Mei 2025 12:23 WIB
Relawan BAZNAS Jabar Ditempa Jadi Fasilitator Tanggap Bencana di Kiarapayung

Brilian•SUMEDANG – Sebagai langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi situasi darurat, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas relawan Tanggap Bencana dan Layanan Aktif, yang dibalut dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 1–3 Mei 2025, di Kiarapayung Camp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Sebanyak 54 peserta dari BAZNAS kabupaten/kota hadir mengikuti kegiatan selama tiga hari dua malam secara luring. Mereka mendapatkan pelatihan intensif untuk menjadi fasilitator tanggap bencana yang memiliki pemahaman teknis dan kemampuan kepemimpinan di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang terorganisir dan selaras dengan Kerangka Kerja Sendai 2015–2030, yang menekankan pentingnya pengurangan risiko dan kerugian akibat bencana.

Bacaan Lainnya

“Tantangan kita ke depan bukan hanya memberikan layanan zakat, tetapi juga melindungi mustahik dalam kondisi krisis. Untuk itu, kesiapan para relawan menjadi sangat penting,” ujar Wakil Ketua II BAZNAS Jabar, Dr. H. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag, dalam sambutannya.

Materi pelatihan mencakup teknik fasilitasi, sistem komando darurat, serta simulasi penanganan bencana. Para pemateri profesional membekali peserta dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana berbasis komunitas, peta risiko, serta sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antarunit BAZNAS agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Harapannya, setiap daerah memiliki relawan yang siap bergerak dan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungannya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jabar menunjukkan komitmennya dalam membangun ketangguhan komunitas melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif yang berkelanjutan.**

 

Pos terkait