Brilian-news.id Tulungagung– Pemerintah Kecamatan Boyolangu menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2027 pada Kamis (29/1/2026) di Aula Balai Desa Kendalbulur. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penyusunan program Tahun Anggaran 2026 ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan suasana tertib, partisipatif, dan penuh semangat kolaborasi.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Boyolangu, Yusuf Riyadi, S.Sos., narasumber dari Puskesmas Boyolangu dr. Eni, para kepala desa beserta istri se-Kecamatan Boyolangu, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Boyolangu. Dalam sambutannya, Yusuf Riyadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam musyawarah bersama tersebut.
Pada kesempatan itu, Camat Boyolangu menekankan pentingnya kesiapan desa dalam menyusun dan mengusulkan program skala prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Usulan tersebut nantinya akan dibawa dan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang Kecamatan Boyolangu yang akan segera dilaksanakan.
Lebih lanjut, Yusuf Riyadi menegaskan bahwa isu stunting harus menjadi perhatian bersama. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen menyukseskan program pengentasan stunting melalui sinergi dan pengawalan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mengawal program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Camat Boyolangu secara resmi membuka acara inti Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2027.
Sesi musyawarah selanjutnya dipandu oleh narasumber dari Puskesmas Boyolangu, dr. Eni. Dalam paparannya, dr. Eni menjelaskan bahwa fokus utama pembahasan meliputi evaluasi menyeluruh terhadap capaian intervensi stunting yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan.
Selain itu, peserta musyawarah juga diarahkan untuk merumuskan strategi penguatan gizi spesifik serta ketahanan pangan sebagai langkah mitigasi utama dalam pencegahan stunting. Menurut dr. Eni, keberhasilan penurunan prevalensi stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang solid dan berkesinambungan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan setiap intervensi yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Boyolangu Tahun 2027 berjalan lancar dan sukses. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.(Lam)





