Pertumbuhan Peti Kemas Semarang Tertinggi Nasional, Begini Tanggapan Bambang Haryo

Sabtu, 27 Sep 2025 10:04 WIB
Pertumbuhan Peti Kemas Semarang Tertinggi Nasional, Begini Tanggapan Bambang Haryo
Anggota DPR-RI Bambang Haryo dalam kesempatan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang/Foto : Istimewa

Semarang — Arus logistik di Jawa Tengah tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia dengan pertumbuhan mencapai 15 persen per tahun. Kondisi itu membuat Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, menghadapi risiko kelebihan kapasitas karena terminal peti kemasnya sudah menampung sekitar 900 ribu TEUs dari total daya tampung 1,1 juta TEUs.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang meninjau pelabuhan tersebut pada Jumat (26/9/2025), menyebut kapasitas crane, dermaga, dan lapangan penumpukan sudah hampir penuh. “Kapasitas sudah mendekati overload, sementara permintaan terus meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan arus barang di Tanjung Emas jauh melampaui pelabuhan lain. Sebagai perbandingan, pertumbuhan peti kemas di Jakarta hanya sekitar 6 persen, Surabaya 5–6 persen, dan Makassar 4–5 persen. “Khusus Semarang, kenaikan mencapai 15 persen tiap tahun. Kalau tidak diantisipasi, akan terjadi kepadatan serius,” katanya.

Bacaan Lainnya

Lonjakan itu, lanjutnya, tidak lepas dari minat industri untuk merelokasi pabrik ke Jawa Tengah, baik dari Jawa Timur maupun kawasan Jabodetabek. Hal ini otomatis akan meningkatkan ketergantungan terhadap fasilitas Tanjung Emas.

Bambang mendorong PT Pelindo dan pemerintah memperluas dermaga, menambah lapangan penumpukan, serta meningkatkan kapasitas pelayanan sebagai langkah jangka menengah 5–8 tahun ke depan. Ia juga mengingatkan perlunya pelabuhan alternatif seperti Batang atau rencana lama pembangunan pelabuhan di Pati.

“Apalagi Tanjung Emas rawan rob. Begitu banjir datang, aktivitas bisa terhenti dan merusak citra logistik nasional. Jadi pelabuhan alternatif harus dipersiapkan sejak sekarang,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Pos terkait