Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Bandung Terapkan Integrasi Layanan Primer di 80 Puskesmas

Senin, 23 Jun 2025 20:02 WIB
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Bandung Terapkan Integrasi Layanan Primer di 80 Puskesmas

Beilian•BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat sistem layanan kesehatan dengan meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diterapkan di 80 Puskesmas di seluruh wilayah kota. Program ini menjadi bagian dari implementasi enam pilar transformasi kesehatan nasional yang bertujuan memperkuat layanan kesehatan dasar masyarakat.

Dalam peresmian ILP yang digelar di Hotel Sukajadi, Senin 23 Juni 2025, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, menegaskan bahwa program ini dilandasi oleh amanat konstitusi UUD 1945 yang menegaskan hak setiap warga negara atas pelayanan kesehatan. “Setiap orang berhak memperoleh kesehatan, dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Anhar menjelaskan, ILP menempatkan layanan kesehatan primer sebagai ujung tombak dengan tiga fokus utama. Pertama, pendekatan siklus hidup yang menyasar seluruh kelompok usia dari bayi hingga lansia. Kedua, memperluas jejaring pelayanan sampai ke tingkat kelurahan dan RT/RW, termasuk penguatan promosi kesehatan dan deteksi dini penyakit. Ketiga, pemantauan kesehatan berbasis digital melalui dashboard kesehatan di tiap wilayah. “Integrasi ini langkah strategis dan inovatif untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan kesehatan yang mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengapresiasi langkah Pemkot Bandung dalam memperjelas dan memperluas layanan kesehatan berbasis data klaster. “Dulu penyakit seperti hipertensi sulit tergali datanya. Dengan ILP, layanan menjadi lebih jelas, terstruktur, dan berbasis klaster seperti ibu-anak, lansia, hingga surveilans penyakit menular,” katanya. Vini menegaskan pentingnya dukungan seluruh tingkatan pemerintahan agar program ini berjalan optimal.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Integrasi Layanan Primer Kemenkes RI, Rima Damayanti, menyebutkan bahwa penerapan ILP di Kota Bandung telah dimulai secara bertahap sejak November 2024 dan akan diimplementasikan penuh mulai Januari 2025. Menurutnya, Puskesmas sebagai ujung tombak harus mampu membina jejaring layanan kesehatan secara menyeluruh hingga ke rumah tangga. “Target kami jelas, semua wilayah harus diketahui kondisi kesehatannya. Tidak boleh ada yang terlewat,” ujar Rima.

Program ILP di Bandung dibangun di atas lima klaster utama, yaitu Manajemen, Ibu dan Anak, Dewasa dan Lansia, Penyakit Menular, serta Lintas Klaster yang mencakup layanan gawat darurat, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium, serta farmasi. Dengan adanya ILP, diharapkan layanan kesehatan di Kota Bandung menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat di era modern.**

Pos terkait