Peringati Satu Suro Do’a Bersama Persatuan Nusantara Satu Rasa

Rabu, 3 Agu 2022 14:57 WIB
Peringati Satu Suro Do’a Bersama Persatuan Nusantara Satu Rasa

Brilian°Surabaya – Menyambut datangnya tahun baru Muharam atau satu Suro yang diperingati tiap tahunnya. Komunitas dari Lintas Suku, Ras, Budaya, Agama dan Kepercayaan dengan Kebinekaan dalam jiwa Persatuan Nasional, mengadakan acara kegiatan Do’a bersama untuk bangsa Indonesia yang telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari masing-masing daerah Nusantara, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam pandangan masyarakat Jawa.Tahun baru Jawa biasanya diperingati pada malam hari setelah terbenamnya matahari oleh karena itu acara kegiatan Suroan ini dilaksanakan pukul 16.00 Wib, hari Senin (01/08/2022), bertempat di Joglo Merah Putih Bicopi, Jl. Ir. Soekarno No.678 Surabaya. Yang bertajuk Persatuan Nusantara untuk Satu Rasa. ‘Aku untuk Mu Indonesia’.

Perlu diketahui sebelumnya pada acara ini, para tamu undangan di harapkan untuk bisa memakai pakaian Adat atau Keyakinan masing-masing, dengan tujuan saling menjunjung tinggi toleransi perbedaan antara Suku, Budaya, Ras, dan Agama.

Bacaan Lainnya

Acara ritual ini diawali dengan kirab masuk ke rumah joglo dengan semua paguyuban melangkah pelan-pelan dan rapi memakai pakaian sesuai adat dan kepercayaan masing-masing dengan diiringi suara alunan gamelan.

Diteruskan dengan penyerahan bendera Sang Saka Merah Putih kepada Christian Sabilal Pussung (Mas Abie) sebagai Owner Bicopi yang masih keturunan Raden dengan gelar Kanjeng Raden Haryo Kristian Haryo Negoro.

Selanjutnya puncak dari acara Suroan tersebut memanjatkan Do’a beserta tarian yang dipersembahkan Hyank Wiltu Tandavan dengan hidmat yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam Do”anya Mas Abie memohon agar bisa mewujudakan persatuan dan tidak ada perbedaan satu sama lain dimana perbedaan akhirnya menyatu dengan mendirikan Yayasan Universitas Nusantoro Satu Rasa yang terdiri dari seluruh komponen bangsa.

Mas Abie berharap dengan adanya Yayasan Nusantara Satu Rasa, kita semua akan dipertemukan di sini dalam rangka saling mendukung untuk kemajuan adat Nusantara dan Indonesia Lebih maju.

Acara Suroan yang dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci bagi masyarakat Jawa, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng Muncak nasi kuning dan putih diambil untuk sesaji serta berbagai lauk pauknya untuk disajikan makan bersama kepada para tamu undangan dengan makna kebersamaan tanpa ada perbedaan.

Sementara itu, Ketua panitia Handy mengatakan, bahwa dengan terselenggaranya kegiatan ini, berharap bisa memberikan panutan dan contoh kepada semua bangsa bahwa kita ini, satu Jiwa dan Raga.Bangsa Indonesia perlu bersatu kembali dalam membangun bangsa, tanpa ada perpecahan Sebangsa dan Setanah Air Indonesia.

Prof. Drs. Diathi Kusumo Bsc. yang juga pendiri Padepokan Puri Agung di Singosari Malang, dalam sambutanya beliau dengan tegas mengatakan bahwa beberapa tokoh atau golongan yang menganggap Negara Pancasila itu musyrik, sirik dan kafir adalah manusia setan dan yang mengatakan itu harus kita musnahkan dari Negeri ini.

Perlu diketahui acara Suroan ini dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah baik dari TNI maupun Porli dan pendidikan serta beberapa paguyuban dan pelaku seni dan budaya Nusantara.

Selanjudnya diakhir acara Suroan para undangan disajikan dengan tarian dan ramah tamah sesama para undangan dan ditutup dengan Do’a sambil berpegangan tangan satu sama yang lain untuk mewujudkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia tidak ada perbedaan baik dari Suku, Budaya, Ras, dan Agama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *