Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, Peneliti Tu Delft Belanda Kagumi Semangat Pelajar Dalam Menjaga Kualitas Air Brantas

Minggu, 5 Jun 2022 21:35 WIB
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, Peneliti Tu Delft Belanda Kagumi Semangat Pelajar Dalam Menjaga Kualitas Air Brantas

Brilian°Gresik – Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, 5 Juni 2022, ecoton berkolaborasi bersama DLH Kab. Jombang, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, dan kelompok Pelindung Hutan (Kepuh) serta beberapa komunitas lingkungan di Kec. Wonosalam melaksanakan kegiatan dengan tema ZERO WASTE ADVENTURE, aksi kolaborasi audit sampah plastik, edukasi pengurangan plastik sekali pakai, dan penanaman hutan konservasi untuk melestarikan hutan dan mata air.

Dr Schuyler Houser Ph.D Postdoctoral Researcher, Department of Water Resources, Faculty of Civil Engineering, Tu Delft Belanda Mengatakan bahwa, “Saya suka melihat anak – anak terlibat aktif dalam menjaga hutan, sangat antusias meski datang hari minggu.”ujarnya.

Ada banyak komunitas di hulu yg menjaga sumber air, perlu menguatkan keterampilan mereka untuk menggunakan teknologi. Salah satunya untuk memetakan masalah konservasi hutan dan mendokumentasikan hasil pemantauan kualitas air dan biotilik secara digital.

Bacaan Lainnya

Komunitas kepuh yang merawat hutan juga sangat berperan penting menjaga mata air Sungai Brantas. “Saya senang sekali melihat kerjasama yang sangat baik antara DLH jombang, Dinas Kehutanan Jawa Timur, Sekolah dan Komunitas berkolaborasi menjaga hutan dan berupaya mencegah pencemaran sungai,” Tambah Schuyler.

Arum Wismaningsih,S.Si, selaku Pembina Polisi Air SMPN 1 Wonosalam menjelaskan “Kegiatan yang dilakukan pada hari ini  adalah penanaman pohon, buah klengkeng di kawasan hutan lindung dusun Mendiro desa Panglungan Wonosalam, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu mengurangi ancaman pemanasan global dan mengurangi risiko terjadinya banjir. Kegiatan lainnya adalah bersih hutan yang mana peserta memungut sampah plastik di sekitar hutan dan sepanjang perjalanan menuju air terjun selo lapis serta melakukan audit sampah plastik.” jelasnya kepada awak media Brilian News.

Lanjut Arum Wismaningsih,S.Si, Selama perjalanan menuju air terjun selo lapis, “ditemukan sebanyak 3 sak sampah plastik yang terdiri dari botol plastik sekali pakai, plastik bungkus makanan ringan, plastik sachet dari shampo, kresek, plastik polibek dan sisa2 karung yg rusak (glangsing). Setelah melihat dan menghitung sampah yang sudah di evakuasi ditemukan 70 sachet multilayer, kresek 90,  banner pvc, Botol 40, Pvc 6 potong, Sandal 3 potong  Dan Bak keras 6 potong,” Tutup Arum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *