Brilian-news.id | MADIUN – Pemasyarakatan Jawa Timur menegaskan kesiapan untuk bertransformasi menuju sistem yang lebih aman, profesional, dan berkeadilan melalui kegiatan Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Novotel Samator, Surabaya, dan dihadiri oleh seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur Kamis(29/01).
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Panja Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pereirera, dan diterima oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, beserta jajaran. Lapas Kelas I Madiun turut hadir dalam kegiatan ini yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh) Kalapas, Sukamto, selaku Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban.
Panitia Kerja Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI melaksanakan kunjungan ini dalam rangka evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan, sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menghadapi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, termasuk penguatan peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan pemenuhan hak-hak warga binaan.
Ketua Tim Panja Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pereirera, menyampaikan bahwa sinergi antara legislatif dan pemasyarakatan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang adaptif dan berkeadilan. “Kami ingin memastikan bahwa pemasyarakatan siap menghadapi perubahan regulasi, dengan tetap mengedepankan keamanan, profesionalisme petugas, serta perlindungan hak warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menegaskan komitmen jajaran pemasyarakatan Jawa Timur untuk terus melakukan pembenahan dan transformasi. “Kami siap bertransformasi dengan memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas SDM, serta membangun sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan melalui kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Komitmen bersama ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemasyarakatan Jawa Timur yang semakin responsif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.





