Pelatihan Kuliner Berakhir, DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Dukung Wirausaha Rakyat

Kamis, 5 Jun 2025 15:03 WIB
Pelatihan Kuliner Berakhir, DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Dukung Wirausaha Rakyat

Brilian•BANDUNG — Semangat membangun ekonomi kerakyatan kembali digaungkan di Kota Bandung. Melalui Workshop Kewirausahaan Bidang Kuliner yang ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, S.H., Kamis, 5 Juni 2025, puluhan warga kini membawa pulang bukan hanya keterampilan, tapi juga harapan baru.

Kegiatan yang merupakan bagian dari realisasi usulan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Tahun Anggaran 2024 ini menyasar masyarakat dari berbagai wilayah Kota Bandung. Selama pelatihan, peserta tidak hanya belajar membuat produk kuliner, tetapi juga memahami branding, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

“Peserta kini sudah punya bekal cukup untuk memulai. Tapi ini bukan akhir, ini justru awal dari perjuangan kalian sebagai wirausahawan,” ujar Rieke saat menyampaikan sambutannya.

Bacaan Lainnya

Rieke menegaskan bahwa para peserta tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Ia berkomitmen mendorong Dinas Koperasi dan UKM serta pihak terkait untuk tetap melakukan pendampingan terhadap para calon pelaku usaha.

“Semangat kewirausahaan ini harus dijaga, dikawal, dan didampingi. Kita tidak boleh hanya berhenti pada pelatihan, tapi harus mengarah pada keberlanjutan usaha,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung yang telah berperan penting dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam memberdayakan masyarakat secara nyata.

Yang menarik, dalam pelatihan ini hadir pula Anggota DPR RI Komisi I, Junico B.P. Siahaan, S.E., sebagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat terhadap pengembangan UMKM di daerah.

Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan profesional dan pelaku industri kuliner, pelatihan ini berlangsung interaktif. Peserta mengikuti proses dengan antusias, mulai dari praktik produksi, studi kasus bisnis, hingga simulasi pemasaran.

Pelatihan diberikan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Tak sedikit di antara mereka adalah ibu rumah tangga, pemuda pencari peluang usaha, hingga pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kapasitasnya.**

Pos terkait