Kisah Nasehat Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu

Kamis, 25 Nov 2021 11:24 WIB
Kisah Nasehat Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu

Brilian°Kajian – Syaikh Wahab bin Munabbih _Rahmatullah ‘alaihi_ bercerita, “Ketika Sayyidina Abdullah bin Abbas _Radhiyallahu ‘anhu_ telah lanjut usia dan matanya buta, aku pernah membawanya ke Masjidil Haram.

Setibanya disana, terdengar suara orang bertengkar. Ia berkata kepadaku, ‘Bawa aku kesana’. Aku pun membawanya kesana. Ia langsung memberikan salam dan mereka mempersilahkannya duduk, namun ia menolak.

Ia berkata, ‘Kalian tidak mengetahui bahwa hamba-hamba Allah _Subhaanahu wata’ala_ yang istimewa ialah mereka yang perasaan takutnya kepada Allah _Subhaanahu wata’ala_ membuatnya diam. Padahal ia tidak udzur atau bisu, bahkan ia fasih dan pandai berbicara. Tetapi karena sibuk mengigat keagunggan Allah _Subhaanahu wata’ala_, menjadikan pikiranya terhenti, hatinya remuk, dan lisanya membisu.

Bacaan Lainnya

Jika perasaan takut mereka semakin mendalam, maka mereka segera mengerjakan kebaikan. Kalian semua telah menyeleweng jauh dari mereka!”’ Syaikh Wahab bin Munabbih _Rahmatullah ‘alaihi_ berkata, “Setelah kejadian tersebut, aku tidak pernah lagi melihat dua orang kumpul-kumpul di Masjidil Haram.”

Faidah : 

Karena kedalaman perasaan takut Sayyidina Ibnu Abbas _Radhiyallahu ‘anhu_ kepada Allah _Subhaanahu wata’ala_, ia sering menangis, sehingga tampak dua bekas aliran air matanya.

Dalam kisah diatas Sayyidina Abdullah bin Abbas _Radhiyallahu ‘anhu_ telah memberikan suatu cara yang memudahkan amal shalih, yaitu memikirkan kebesaran dan keagunggan Allah _Subhaanahu wata’ala_. Dengan cara itu, kita akan mudah mengerjakan setiap kebaikan dan pasti penuh keikhlasan. Apa sulitnya jika kita mencoba meluangkan sebagian waktu kita dalam sehari semalam untuk memikirkan kebesaran dan keagunggan Allah _Subhaanahu wata’ala_?

Dikutip dari kitab _Fadhilah Amal_ karya _Syaikhul Hadist Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi_hal. 32-33]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *