Khutbah Jumat di Lapas Bondowoso: Penguatan Mental dan Spiritualitas Warga Binaan

Jumat, 28 Nov 2025 13:29 WIB
Khutbah Jumat di Lapas Bondowoso: Penguatan Mental dan Spiritualitas Warga Binaan

Brilian-news.id | BONDOWOSO – Salat Jumat di Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, pada pekan ini diisi oleh salah satu mahasiswa magang dari Universitas Ibrahimy yang mendapat amanah menjadi khatib dan imam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan dakwah secara langsung di tengah warga binaan (28/11).

Dalam khutbahnya, sang mahasiswa menyampaikan bahwa para warga binaan tidak seharusnya memandang keberadaan mereka di lapas sebagai tanda kegagalan atau kurangnya kasih sayang Allah. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki fase hidup yang berbeda, dan terkadang Allah memberikan jeda melalui berbagai peristiwa agar seseorang dapat memperbaiki diri. Menurutnya, ujian hidup bukan semata hukuman, tetapi juga bagian dari kasih sayang Allah yang menginginkan hamba-Nya kembali ke jalan yang lebih baik.

Ia juga mengajak jamaah melihat kembali perubahan positif yang telah banyak mereka alami selama menjalani pembinaan. Ada yang kini lebih disiplin dalam ibadah, ada yang mulai mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, dan ada pula yang menemukan ketenangan yang sebelumnya sulit dirasakan. Ia menekankan bahwa proses pembinaan tidak hanya mengubah kebiasaan, tetapi juga membantu membangun kembali keteguhan hati dan arah hidup.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masa pembinaan adalah kesempatan untuk belajar banyak hal yang mungkin tidak mudah ditemukan di luar: kesabaran, ketenangan, kedisiplinan, serta kemampuan menjauh dari pengaruh lingkungan yang tidak baik. Ia menegaskan bahwa waktu yang diberikan selama masa pembinaan bisa menjadi momentum berharga untuk menata kembali masa depan dengan lebih terarah.

Dalam penutup khutbahnya, sang mahasiswa menyampaikan pesan motivatif bahwa masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh kesungguhan seseorang dalam memperbaiki diri hari ini. Ia mengingatkan bahwa setiap hari yang dilalui di tempat pembinaan merupakan peluang baru yang Allah berikan untuk memperkuat iman, membangun karakter, dan meneguhkan niat untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Setelah pelaksanaan ibadah, Mamatrono, selaku Kepala Seksi Bimbingan dan Pengawasan, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan khutbah tersebut. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa Universitas Ibrahimy memberikan warna baru dalam kegiatan keagamaan di lapas dan berdampak positif bagi warga binaan. Mamatrono berharap kerja sama serupa dapat terus ditingkatkan, sehingga program pembinaan berjalan lebih efektif dan mampu membantu warga binaan mempersiapkan diri ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Pos terkait