Brilian*Jakarta – Kementerian Kesehatan melaporkan terjadi penambahan tiga kasus Covid-19 varian Omicron. Total kasus Omicron di Indonesia menjadi delapan orang.
“Ada penambahan, saat ini sudah 8 (kasus Covid-19 varian Omicron),” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kepada media ini, Kamis (23/12).
Penambahan tiga kasus Omicron ini tercatat pada Rabu (22/12) malam. Seluruh kasus Omicron yang terdeteksi di Tanah Air sudah dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).
Nadia mengatakan, Kementerian Kesehatan terus melakukan tracing atau penelusuran kontak erat dengan delapan kasus Omicron. Hingga saat ini, sebanyak 250 orang telah ditracing.
“Sudah 250 orang,” ucapnya.
Sebagai informasi, kasus Omicron pertama di Indonesia terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kementerian Kesehatan telah melakukan pelacakan asal muasal masuknya virus baru itu ke Indonesia. Pelacakan menunjukkan, kasus Omicron pertama diduga berasal dari warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari Nigeria.
“Kasus pertama diduga berasal dari WNI yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021,” kata Nadia, Senin (20/12).
Merunut kasus WNI positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang, kemungkinan besar indeks case (kasus pertama) Omicron adalah WNI, dengan inisial TF (21). Dia tiba di Indonesia dari Nigeria pada 27 November 2021.
Ada 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet antara 24 November hingga 3 Desember 2021. Mereka telah dilakukan tracing dengan hasil satu orang, TF, probable dengan kemungkinan besar tertular Omicron. Hasil tes PCR TF kini sudah negatif Covid-19.





