SURABAYA — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum krusial untuk memperkuat posisi daerah ini sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong pengoptimalan sektor pangan dan konektivitas perdagangan kawasan timur Indonesia.
Bambang menilai Jawa Timur memiliki modal sumber daya alam yang sangat melimpah di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Kapasitas produksi raksasa tersebut menjadikannya penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus penghubung ekonomi yang strategis.
Berdasarkan data yang dipaparkan BHS, Jawa Timur tercatat mampu menghasilkan sekitar 6,03 juta ton beras, 4,2 juta ton jagung, dan 1,3 juta ton gula. Selain itu, provinsi ini juga memproduksi 780 ribu ton daging serta 2,02 juta ton ikan.
“Selamat Dirgahayu ke-81 Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur memiliki potensi luar biasa dan menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia dalam sektor pangan,” ujar BHS saat menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.
Menurut BHS, posisi strategis Jawa Timur tidak hanya bergantung pada tingginya angka produksi pangan. Provinsi dengan populasi sekitar 42 juta jiwa ini juga memegang peran sentral sebagai pusat jalur distribusi, industri, dan pelayanan perdagangan menuju kawasan Indonesia bagian timur.
Ia optimistis masa depan pembangunan daerah akan makin solid di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Namun, ia mengingatkan agar momentum ulang tahun ini tidak sebatas seremoni tahunan belaka.
“Kepemimpinan daerah perlu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat agar potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi manfaat nyata,” ungkap Bambang.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan nilai tambah produk serta pembangunan infrastruktur konektivitas antardaerah. Langkah ini dinilai vital agar hasil produksi memberikan dampak ekonomi riil bagi peningkatan kesejahteraan para produsen lokal.
“Di usia ke-81 ini, saya berharap Jawa Timur semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional dan semakin kuat sebagai hub ekonomi Indonesia timur,” tandasnya.





