Gresik | Brilian News.id – Selain aksi penutupan jalan alternatif, isu pengurangan tenaga kerja outsourcing di PT Dayasa Arya Prima juga mencuat di tengah masyarakat Dusun Semambung, Driyorejo, Gresik. Kabar tersebut disebut semakin memperkeruh hubungan warga dengan perusahaan.
Tokoh masyarakat setempat, SL (50), menyebut ada indikasi lebih dari 100 pekerja dari tiga vendor berbeda terdampak kebijakan tersebut. “Kami mendengar banyak yang diberhentikan. Sedangkan masih banyak pegawai outsourcing dari luar daerah sini tetap bisa bekerja. Kondisi ini jelas menambah keresahan warga,” ujarnya.
Menurut SL, warga berharap perusahaan memberikan perhatian lebih kepada tenaga kerja lokal. Ia menilai, langkah pengurangan pegawai yang justru menyisakan pekerja dari luar daerah dianggap tidak adil dan memicu kecemburuan sosial.
Saat dikonfirmasi wartawan, Humas PT Dayasa Arya Prima, Aji, tidak menampik adanya isu tersebut. “Sekilas yang saya dengar ada yang menyampaikan begitu. Cuma untuk informasi pastinya masih saya cari, Mas,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Meski demikian, isu pengurangan tenaga kerja ini diyakini menjadi salah satu pemicu aksi penutupan jalan oleh warga pada Senin malam (22/9/2025).
Hingga kini, dialog resmi antara pihak perusahaan dan masyarakat Dusun Semambung masih belum terealisasi.





