Probolinggo°Brilian-news.id,– Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan setelah menggelar pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan hasil karya unik dan berkualitas. Acara ini dihadiri oleh Ning Marisa, istri Bupati Probolinggo, yang memberikan apresiasi penuh terhadap kreativitas masyarakat.
Dalam pameran tersebut, Ning Marisa menyoroti sepatu, sandal, dan pakaian hasil karya warga yang seluruhnya dibuat dengan rajutan manual. Produk-produk ini memadukan ketelitian, kesabaran, dan keahlian tangan, sehingga memiliki nilai seni tinggi dan daya tarik tersendiri di pasaran.
“Produk UMKM rajutan manual dari Desa Sumberbulu ini sangat bagus dan punya potensi besar untuk dikembangkan. Dengan kualitas yang konsisten dan promosi yang tepat, saya yakin bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujar Ning Marisa.
Kepala Desa Sumberbulu, Supmawati, S.E., yang turut mendampingi, mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat warganya. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan manual membuat setiap produk memiliki karakter unik dan nilai jual lebih tinggi, namun proses produksinya memerlukan dukungan modal, pelatihan desain, dan akses pemasaran yang lebih luas.
“Kami di pemerintah desa berupaya memfasilitasi UMKM lokal, tapi dukungan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat sangat dibutuhkan. Dengan sinergi itu, Desa Sumberbulu bisa lebih maju dan mandiri,” jelas Supmawati.
Masyarakat yang hadir dalam acara pameran ini tampak antusias melihat langsung proses pembuatan rajutan, mulai dari tahap merajut benang hingga menjadi produk siap pakai. Beberapa pengunjung bahkan memesan langsung di lokasi, tertarik dengan keindahan dan kualitasnya.
Selain sepatu, sandal, dan pakaian, stan pameran juga menampilkan produk makanan olahan, kerajinan tangan lain, dan aksesoris khas daerah. Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus sarana membangun jejaring bisnis antara pelaku UMKM dengan pembeli maupun calon mitra usaha.
Ning Marisa menegaskan, UMKM yang mengandalkan keterampilan manual seperti rajutan memiliki nilai tambah yang harus dijaga. Ia berkomitmen membantu mempromosikan produk-produk tersebut melalui berbagai event dan platform yang dimilikinya.
“Rajutan manual ini bukan hanya produk, tapi juga karya seni dan identitas daerah. Kita harus dorong bersama agar semakin dikenal luas,” tegasnya.
Dengan dukungan dari istri Bupati Probolinggo, perangkat desa, dan semangat pelaku UMKM, masyarakat Sumberbulu optimistis produk rajutan manual mereka bisa menjadi ikon ekonomi kreatif daerah yang berdaya saing tinggi.





