Brilian°Pasuruan – Calon pemimpin Kabupaten Pasuruan 2024 Gus Hamzah Pujiono yang akrab dipanggil Gus Ham ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa ratusan warga yang meninggal dunia selepas duel lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/202) malam. Begitu kata Gus Ham saat ditemui disela acara sekitar hotel Amaris Surabaya, Minggu (2/10) sore.
Ada sebagaian warga Kabupaten Pasuruan jadi jorban Tragedi Kanjuruhan. Gus Ham turut berduka cita, Pria asal Prigen ini bersama tim segitiga emas dan sahabat Gus Ham (SAHAM) ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga para supporter Aremania. Terlebih dari Jumlah nyawa rakyat sebanyak hampir 200 orang bukanlah jumlah yang sedikit untuk jadi korban pertandingan sepak bola, ada yang merupakan warga Kabupaten Pasuruan.
Hingga berita ini ditulis sekitar data 7 Suporter Arema FC asal Pasuruan menguraikan, ada 1 orang warga RT 6 RW 3 Sudimoro, Kecamatan Purwodadi yang meninggal dunia atas nama Gunawan. Kemudian Agus Riyansyah (20), warga RT 4 RW 3 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Purwosari dan Mohammad Riyan Akbar dari Desa Andonosari, Kecamatan Tutur yang juga menjadi korban meninggal dunia. Kemudian Pratiwi, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari (masih dalam pelacakan dan informasi sementara dikabarkan tengah kritis di rumah sakit), 2 orang warga Kecamatan Beji, serta 2 warga Kecamatan Rejoso atas nama Mukhammad Izamudin Hadinata.
Terhadap para korban, Gus Ham berdoa agar seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan para keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan.
“Gus Ham menambahkan Peristiwa di Kanjuruhan Malang akan jadi peristiwa berdarah terbesar kedua di dunia dalam lingkup kejadian pertandingan bola. Menurutnya, satu nyawa saja sangat penting artinya bagi kehidupan, apalagi jumlah sebanyak ini. Peristiwa di Kanjuruhan Malang, kata Gus Ham harus diusut dengan serius oleh tim independen untuk memastikan temuan fakta yang benar, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan adanya kesalahan dalam terjadinya peristiwa tersebut, maka pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab harus diberikan hukuman. Berita, konten, gambar, video dan apapun terkait peristiwa yang hanya akan menambah kesedihan dan kedukaan. Marilah kita bersama berdoa dan bertakziah terhadap keluarga korban,” ujar Gus Ham.





