Brilian°Kajian – Gus Baha mengajak orang-orang untuk hidup menggunakan standar minimal agar hidup tidak kecewa, hal ini juga dilakukan rasulullah.
Dalam hidup seseorang memiliki target dan harapan-harapan.
Tidak hanya tentang pekerjaan, masa depan, prestasi, atau rezeki, namun juga atas perlakuan orang pada dirinya.
Misalnya, seseorang menetapkan standar hidup memiliki rumah mewah sebelum 30th dengan pasangan yang selalu bisa membahagiakannya.
Namun, dikutip dari YouTube Santri Buki Official Gus Baha mengungkap, bahwa seseorang sebaiknya hidup dengan standar minimalis.
Ia mencotohkan hal ini pada dirinya sendiri sebagai upaya meniru perbuatan orang-orang shaleh terdahulu.
“Saya meskipun tidak sehebat itu, tapi mewarisi keilmuan mereka,” kata Gus Baha dikutip dari YouTube Santri Buki Official yang diunggah pada 22 Juni 2021.
“Jadi, misalnya saya jadi ulama itu bayangkan punya santri hanya satu,”
Maka ia tidak berharap muluk-muluk pada santrinya tersebut agar tidak kecewa.
“Tidak membayangkan santri yang pakai baju taqwa khusyuk, salam tempel, daripada kecewa,” kata Gus Baha.
Ia juga mencontohkan bagaimana dirinya tidak berharap terlalu tinggi pada pasangannya dalam memperlakukannya.
“Karena saya itu sederhana saja, misalnya saya pergi dari Yogya-ini yang nyata saya alami,” cerita Gus Baha.
“Membayangkan istri sudah dandan, membuatkan kopi, membukakan pintu, (itu) malah kecewa,” kata dia.
“Seperti umumnya orang kan begitu,”
“Sudah merantau jauh-jauh, berharap istri menyambut, dibikinkan kopi, dibikinkan air hangat misalnya. Ternyata pas datang istrinya menguap sambil garuk-garuk,”
“Karena harapannya dia ideal maka mudah kecewa kalau tidak terjadi,” kata Gus Baha.
“Kalau saya tidak. Cukup membayangkan pokoknya istri saya masih utuh, islam, kalau sholat menghadap ke barat, ya sudah gitu aja,”
“Pake standar-standar yang minimalis saja,” nasehat Gus Baha.
Ia mengungkap bahwa standar maksimal dapat membuat orang mudah kecewa.
“Andaikan saya pakai standar maksimal maka akan mudah kecewa,” kata Gus Baha.
Hal ini sebagaimana dilakukan rasulullah dalam kehidupannya.
“Rosulullah juga begitu,” kata Gus Baha.
“Rasulullah itu ngadepi Sayidah Aisyah itu ya begitu, menghadapi Hasan-Husein. Sehingga tidak ada cerita nabi mudah kecewa,”
“Tidak ada,” tegasnya.
“Karena nabi bayangkan anak-istrinya itu ya minimalis sekali,” kata Gus Baha.
Urusan dunia maksudnya, itu minimalis,” jelasnya.
Gus Baha mencontohkan bagaimana standar minimalis nabi melalui sebuah kisah.
Suatu pagi nabi menanyakan sarapan pada Aisyah, namun Aisyah menjawab bahwa mereka sedang tidak punya makanan.
Maka nabi dengan mudah menerimanya tanpa rasa kecewa dengan memutuskan untuk berpuasa saja.





