Gedung Lapuk Disulap Lebih Layak, Bambang Haryo Desak Cakupan Revitalisasi Sekolah Diperbesar!

Jumat, 16 Okt 2026 11:18 WIB
Gedung Lapuk Disulap Lebih Layak, Bambang Haryo Desak Cakupan Revitalisasi Sekolah Diperbesar!
Sumber foto: Dok. Gerindra

SIDOARJO — Akselerasi perbaikan infrastruktur pendidikan perlu terus diperluas agar seluruh siswa di Indonesia dapat menikmati fasilitas belajar yang aman. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), saat meninjau SMP Avisena di Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Kamis (15/10/2026).

​SMP Avisena merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerima suntikan dana revitalisasi dari pemerintah pusat sebesar Rp534 juta pada tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membenahi dua ruang kelas, toilet siswa, serta penataan area lingkungan sekolah.

​”Program pemerintah pusat tersebut penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa,” tegas BHS.

​Politisi senior yang akrab disapa BHS ini menjelaskan, sekolah di Kecamatan Jabon tersebut menjadi bagian dari 129 sekolah di Kabupaten Sidoarjo yang memperoleh program perbaikan tahun ini. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembenahan sekitar 71 ribu sekolah pada 2026, jumlah yang melampaui pencapaian tahunan periode sebelumnya.

​Meski demikian, BHS menilai pemenuhan fasilitas layak masih memerlukan perhatian besar. Ia menyarankan pihak sekolah yang membutuhkan perbaikan untuk tidak ragu mengajukan usulan kembali kepada pemerintah pusat.

​Di samping pembenahan fisik, BHS mengingatkan pentingnya penerapan mitigasi bencana di area sekolah. Ia mewajibkan sekolah menyediakan sistem peringatan dini, alur evakuasi yang jelas, hingga titik kumpul guna menghadapi kondisi darurat seperti gempa.

​”Anak-anak harus tahu ke mana harus evakuasi dan di mana tempat berkumpul. Kita berharap tidak terjadi keadaan darurat, tetapi sekolah harus siap,” lanjutnya.

​Respons positif disampaikan oleh pengelola sekolah atas terealisasinya bantuan tersebut. Kepala SMP Avisena Jabon, Nurul Aini, menyebutkan bahwa bantuan ini berhasil mengatasi kendala utama bangunan yang memprihatinkan.

​”Sebelumnya, kondisi atap sekolah sudah rusak dan keropos sehingga harus diperbaiki secara menyeluruh. Sekarang anak-anak lebih nyaman belajar dan kami tidak lagi waswas ketika hujan,” tutur Nurul.

Pos terkait