Era Digitalisasi Abdul Halim DPRD Jatim Tanamkan Nilai-Nilai Agama Yang Kuat

Rabu, 2 Feb 2022 22:26 WIB
Era Digitalisasi Abdul Halim DPRD Jatim Tanamkan Nilai-Nilai Agama Yang Kuat

Brilian°Sampang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim H. Abdul Halim, SH.,MH, menggelar reses atau serap aspirasi di kawasan Perumahan Permata Selong, Kecamatan kota Sampang, pada Selasa (1/2/2022) malam, Kegiatan tersebut diatur dengan dialog interaktif bersama warga setempat.

“Abdul Halim menjelaskan kunjungan ini dalam rangka masa reses dimana para anggota dewan akan menjumpai konstituen dapilnya masing-masing sekaligus untuk menjaring aspirasi dan melaksanakan fungsi pengawasannya.

“Dalam reses tersebut beliau menampung beberapa aspirasi warga, terkait infrastruktur rusak dan bagaimana cara Pemerintah mengatasi anak-anak yang kecanduan handphone (HP) di era digitalisasi.

Topik hangat yang ia bahas adalah era digitalisasi yang berdampak buruk terhadap anak-anak yang semakin akan mengikis kultur budaya bangsa dan agama.

Beliau mengaku bahwa era digitalisasi 50 tahun kedepan akan semakin komplek sehingga perlu di tanamkan ke generasi berikutnya nilai-nilai agama.

“Kalau kita tidak bentengi anak-anak atau generasi kita dengan nilai-nilai agama, maka mereka tidak akan mengenal Tuhan, nanti Tuhan-nya mereka adalah google yang ini adalah persoalan antisipasi kita, bagaimana kita memberikan pendidikan agama yang kuat bagi anak-anak kita,” ucapnya.

Abdul Halim menambahkan, ada fenomena Hikokomori masyarakat milenial Jepang yang anti sosial, mereka melakukan apa saja yang mereka butuhkan dengan sendiri dilakukan melalui gedget atau hp.

“Ini adalah era digitalisasi yang tidak bisa kita hindari, mungkin hari ini kita tidak berfikir bahwa budaya itu akan datang ke negara kita, ini fenomena yang kemudian kita antisipasi, bukan untuk kita, tetapi untuk anak-anak generasi kita,” imbuhnya.

Oleh karenanya, kata politisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang sekaligus Ketua Komisi C DPRD Pemprov Jatim tersebut menjadi persoalan kita bersama.

“Pertama yang kita harus tanamkan adalah persoalan agama, itu tidak ada pilihan lain, agama menjadi kunci utama, Kalau kita keliru dalam menyikapi ini, anak-anak generasi kita tidak akan ingat Allah, akan tetapi lebih percaya google,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *