Brilian°Pasuruan – Warga Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Inisial RY (53) diduga menjadi korban pemerasan oleh Parihin. Dengan dalih pengondisian apa yang telah dilakukan anaknya (RY 53) terkait penyalahgunaan tindak pidana Narkotika.
Parahnya lagi, Parihin mengaku-ngaku seorang anggota dari Kepolisian untuk melancarkan aksinya.
Diketahui, Korban dimintai tebusan sejumlah uang sebesar Rp. 25 juta dari oknum yang mengaku seorang anggota Kepolisian dari Satresnarkoba Polda Jatim. Lantaran atas penangkapan anak perempuannya, A (18), Minggu (7/5/2023) kemarin.
Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media dari berbagai sumber yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan. “Awalnya Korban dimintai tebusan Rp. 50 Juta, kemudian diturunkan menjadi 40 sampai 25 Juta, karena khawatir, dan saya mengabulkan permintaannya,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/5/2023).
“Tebusan tersebut, diberikan oleh ayah A (Korban), di Dusun Jalinan, Desa Jatisari. Kepada Parihin, dengan cara uang dilemparkan ke dalam mobil. Dan disaksikan oleh Modin dan Ketua RW setempat,” tambahnya.
Terlepas itu, ia menambahkan, Parihin diduga dalang dari skenario dalam kasus ini, Ia menangkap dan mengondisikan sendiri, Kesimpulannya ada indikasi permainan, yakni Jebakan Batman. Selang jalannya waktu perihal permasalahan itu tercium dan ramai dipermukaan hingga pada akhirnya Parihin pun dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian setempat. (Polsek).
“Anehnya, Parihin pada saat dipanggil dan ditanyakan oleh pihak Kepolisian sektor setempat. Ia mengaku suruhan dari oknum Polisi Briptu Hendra yang pada saat ini berdinas di Polda Jatim dibagian Satresnarkoba Subdit 2. “ucapnya.
Sementara itu, Briptu Hendra saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsap dirinya mengatakan, dan bahkan terkesan tidak tau menau akan hal kejadian atau yang diduga menjadi otak permainan yang seolah menjadi kepentingan pribadi.
“Iya mas walaikum salam, monggo ditanyakan saja sama yang bersangkutan/keluarganya mas. Saya tidak tau menau soal itu dan saya kebetulan juga bukan pihak keluarganya juga mas,” katanya.
Diwaktu yang sama, Kapolsek Purwodadi AKP Pujianto saat dikonfirmasi melalui telpon whatsap, dirinya membenarkan, bahwa pada saat dimintai keterangan antara pihak korban dan yang diduga Ceppu Parihin, di Polsek Purwodadi, dan saat dikonfirmasi Kapolsek (AKP. Pujianto), Parihin langsung telfon Briptu Hendra dengan langsung Video Call melalui handphonnya Parihin.
“Saya minta maaf dan akan menyelesaikan permasalahan ini,” tutupnya Hendra melalui telpon whatsap.





