Desa Tulupari Darurat Air Bersih, Masyarakat Berharap DPRD Probolinggo Bisa Berikan Solusi Nyata

Kamis, 15 Mei 2025 14:44 WIB
Desa Tulupari Darurat Air Bersih, Masyarakat Berharap DPRD Probolinggo Bisa Berikan Solusi Nyata

Probolinggo | Brilian-news.id,-Kekeringan dilanda desa Tulupari Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo Darurat Air Bersih. khusus Dusun Dulungan RT 10, 11 dan 12 RW 04 Dan Dusun karang tengah RT 07,.08, dan 09 RW 03., 15 Mei 2025.

Demi mempertahankan kehidupan atau ekosistem, kebutuhan air sehari-hari, warga Tulupari wajib mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Mereka selalu membeli air bersih kepada jasa penjual air dengan harga Rp.60.000 dengan volume 1100 Liter.

Menurut (SH) warga sekitar, “untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap keluarga, air dengan volume 1100 liter, akan habis selama 4 hari. Dan selanjutnya harus beli lagi dan lagi”, jelasnya.

“Itu pun ketika musim hujan, jadi masyarakat di sini masih bisa memakai air hujan yang di tandon untuk kebutuhan mandai dan mencuci” imbuhnya.

Dari beberapa sumber, mayoritas desa Tulupari adalah buruh tani, untuk mendapatkan upah Rp.50.000 mereka harus bekerja seharian penuh.

Sementara kepala Desa Tulupari “Zainul Arifin” Saat di konfirmasi awak media Membenarkan bahwa Desa nya mengali kekurangan Air bersih. ” Benar warga kekurangan air bersih di dusun karang tengah dan dusun Dulugen. sebenarnya, saya sangat prihatin jika nanti musim kemarau tiba. saat ini masih musim hujan, mandinya masih bisa pakai air hujan, hanya beli untuk di konsumsi saja. “Tegasnya.

Zainul Arifin juga menegaskan bahwa dirinya telah berusaha untuk memenuhi permintaan warganya. “saya bukan diam, saya sudah berusaha meminta dan mengajukan proposal kepada pemerintah Daerah khusus ke Dinas PERKIM. Mudah-mudahan Secepatnya permohonan saya di kabulkan dan di realisasikan. “Pungkasnya.

HARAPAN MASYARAKAT

Sulitnya mendapatkan air bersih di desa Tulupari, masyarakat berharap solusi dari pemerintah kabupaten Probolinggo agar bisa benar-benar memperhatikan desanya.

Selain itu, mereka sangat berharap atas perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) kabupaten Probolinggo untuk mencarikan solusi masalah yang sudah lama tidak memiliki titik temu.

Bersambung….

Reporter ^•^ Ferdi

Editor ^•^ Redaksi

Pos terkait