Dari Sesepuh untuk Generasi Muda: Budaya 1 Suro Terus Hidup di Klampis Ngasem

Jumat, 27 Jun 2025 13:13 WIB
Dari Sesepuh untuk Generasi Muda: Budaya 1 Suro Terus Hidup di Klampis Ngasem
Oplus_0

Brilian°Surabaya – Malam 1 Muharram 1447 H atau yang lebih dikenal sebagai malam 1 Suro menjadi momen sakral bagi masyarakat di berbagai daerah. Di Kampung Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, peringatan malam tahun baru Hijriah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna dalam tradisi “Ruwat Desa” atau bersih desa.

Tradisi ini telah dilaksanakan sejak zaman para sesepuh Klampis Ngasem, khususnya Almaghfurlah KH. Achmad dan tokoh sepuh lainnya. Tradisi ini bermula pasca terjadinya pagebluk atau wabah penyakit yang pernah melanda kampung tersebut. Sejak saat itu, para sesepuh menggelar ritual ruwatan dengan dzikir, sholawat, dan kirab keliling kampung sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan untuk seluruh warga.

Acara peringatan malam 1 Muharram 1447 H (yang bertepatan dengan malam 1 Suro 2025) diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, anak-anak TPA, IPNU & IPPNU, GP Ansor & Banser, Jam’iyyah Fatayat & Muslimat, Pengurus NU, Karang Taruna, serta warga RW 01 dan RW 02. Kegiatan ini diinisiasi oleh Jam’iyah Tahlil Masjid KH. Achmad Klampis Ngasem dan diketuai oleh Imam Buchori.

Dalam keterangannya, Imam Buchori menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refleksi serta pelestarian adat budaya Klampis Ngasem, yang harus terus dijaga oleh generasi muda.

“Acara ini adalah bentuk refleksi dan upaya melanjutkan budaya adat Klampis Ngasem agar tidak hilang tergerus oleh zaman. Harapannya, generasi muda dapat meneruskan tradisi ini ke depannya,”ungkap Imam Buchori.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Mushonif dan Ustadz Buya Abdullah Achmad turut mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. Mereka menilai antusiasme peserta, khususnya saat mengikuti dzikir keliling kampung, sangat luar biasa.

“Kami sangat berharap acara kirab dzikir keliling ini bisa menjadi agenda tahunan. Budaya leluhur Klampis Ngasem harus terus hidup, agar tidak mati obor dan dapat melahirkan generasi muda yang hebat serta cinta tradisi,” ujar Ustadz Mushonif.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan, menandai semangat masyarakat Klampis Ngasem dalam merawat warisan budaya serta nilai-nilai spiritual Islam yang luhur.

Pos terkait