Dari Istana ke Borobudur, Indonesia dan Prancis Resmikan Era Baru Ekonomi Kreatif

Kamis, 29 Mei 2025 20:47 WIB
Dari Istana ke Borobudur, Indonesia dan Prancis Resmikan Era Baru Ekonomi Kreatif

Brilian•JAKARTA – BOROBUDUR | Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia tak sekadar menandai 75 tahun hubungan diplomatik, tetapi juga membuka lembaran baru dalam kerja sama ekonomi kreatif antara dua negara berbudaya kuat ini. Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, kedua negara resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menyentuh sektor-sektor kreatif strategis seperti film, game, desain, fesyen, dan kriya.

Dokumen MoU ditandatangani langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, di Istana Negara, Rabu (28/5). Langkah ini disambut antusias oleh para pemangku kepentingan karena dinilai menjadi penguat ekosistem ekonomi kreatif Tanah Air menuju skala global.

“Kami menyepakati sejumlah joint program yang menyentuh pengembangan SDM kreatif, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta akses pasar dan perlindungan Kekayaan Intelektual,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Bacaan Lainnya

Kerja sama ini akan diwujudkan melalui program pertukaran pelaku ekonomi kreatif, workshop bersama, kolaborasi produksi lintas negara, hingga keikutsertaan dalam event internasional di Indonesia dan Prancis.

Tak berhenti di istana, keesokan harinya rombongan kenegaraan berlanjut ke Candi Borobudur, Jawa Tengah. Presiden Macron dan Presiden Prabowo mengunjungi warisan budaya dunia tersebut bersama para menteri dan delegasi. Momentum ini memperkuat pesan simbolik: diplomasi budaya dan kreatif adalah jembatan kuat penghubung antarbangsa.

“Deklarasi strategis kebudayaan Indonesia–Prancis yang telah diluncurkan menjadi pedoman penting dalam membangun kemitraan berkelanjutan,” ucap Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Menteri Ekraf juga menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni peningkatan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap ekspor, lapangan kerja, dan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.**

Pos terkait