Brilian°Lamongan – Bantuan pengadaan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Taman Kanak-kanak (TK) dari Dinas pendidikan Provinsi Jatim sebesar 200 juta pada Bulan Desember tanggal 20/2121 yang diterima Sekolah TK Perwira tepatnya di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, diduga carut marut dan penuh ada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dimana uang yang seharusnya di terima langsung Kepala Sekolah atau melalui Kepala Desa Slaharwotan namun anehnya yang memegang uang bantuan tersebut malah Kepala Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.
Berawal dari informasi yang diterima awak media Brilian-news.id dari warga setempat adanya dugaan kejanggalan penerimaan batuan ruang kelas baru (RKB) di TK Perwira di Desa Ngimbang ditahun akhir 2021 sebesar 200 juta dari Dinas Pendidikan Pemrov Jatim. Dimana uang bantuan tersebut di terima orang lain bukannya di terima Kepala Sekolah TK Perwira dan ada dugaan kuat uang tersebut di sunat sebesar 7 juta dengan alasan buat pemberian fee buat yang membantu mencairkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Retno Kepala Sekolah TK Perwira saat di konfirmasi awak media di rumahnya ia membenarkan, uang tersebut memang di pegang Kepala Desa Tlemang pak Aris, karena awal mendapatkan bantuan uang tersebut saya di kenalkan pak Selamet ke Aris, katanya Slamet pak Aris bisa membantu mencarikan dana bantuan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan Proposal memang dari saya juga yang menandatangi, setelah proposal semua lengkap syarat-sayaratnya pada bulan Juni tahun 2019 lalu saya serahkan ke Pak Slamet setelah itu Pak Slamet menyerahkan ke Kepala Desa tlemang kecamatan Ngimbang Aris,”ujarnya. (Jumat 31/12/2021).
“Memang uang 200 juta masuk ke rekening sekolah dan bendaharanya itu Ibu Arsih, tetapi setelah masuk ke nomer rekening pada tanggal 20/12/21 dan saya ambil ke Bank Jatim lalu uang tersebut saya berikan ke pak Kades Aris semuanya sebesar 200 juta. Dan saya mintak 7juta buat ngasih pak slamet. Untuk kapan di belikan materialnya kata pak Aris nanti totalan dulu sebelum adanya pembelian material,” ujar retno.
Sementara itu berbekal dari keterangan Kepala Sekolah TK Perwira Retno, awak media mencoba mengkonfirmasi ke Kades Tlemang Aris di kediamannya, dan di temui langsung sama beliaunya, Kades Aris itu mengatakan ke awak media memang benar uang bantuan sebesar 200 juta tersebut saya yang pegang dan masih utuh ada di saya.
Di singgung soal uang 7juta, Aris tidak tau menau terkait hal itu, itu apa kata retno saya tidak ikut campur akan hal itu. Saya hanya diberikan kepercayaan oleh retno,”ucap aris sambil tersenyum.
“Memang uang tersebut ada di saya dan masih utuh, untuk masalah kapan di mulainya untuk pembangunan, saya sudah bilang dari awal. Januari saya siapkan bahan materialnya, toh saat ini mas kan musim penghujan dan mau tahun baruan. Pekerjapun agak sulit,” tukas aris.
Dengan adanya dugaan carut marutnya bahkan adanya indikasi KKN bantuan RKB di TK Perwira di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang awak media akan mencoba berkoordinasi dan mengkonfirmasi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim akan hal ini.





