Kiprah Irjen Iqbal Selama Jabat Kapolda NTB
Brilian*Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di jajarannya. Dalam Surat Telegram dengan Nomor ST/2568/XII/KEP./2021 pada 17 Desember 2021, terdapat nama Irjen Mohammad Iqbal yang digeser dari posisi Kapolda NTB menjadi Kapolda Riau.
Selama 1 tahun 7 bulan menjabat sebagai Kapolda NTB, Iqbal telah membuat sejumlah program yang berhubungan dengan tugas kepolisian, terutama yang bersinggungan dengan penanggulangan Covid-19 yang kini masih melanda Indonesia.
Dalam mengawali tugasnya sebagai Kapolda di Pulau Seribu Masjid, jenderal bintang dua ini mengadakan lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru (NTB), hingga melakukan pengamanan World Superbike Championship (WSBK) Mandalika.
Pagelaran WSBK diketahui tidak menimbulkan klaster Covid-19, meskipun dihadiri sejumlah orang dalam ajang olahraga balap motor tersebut.
Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru
Untuk Kampung Sehat yang diinisiasinya itu langsung membidik empat mitigasi Pandemi Covid-19 sekaligus.
Yang pertama mengurangi dampak atau menurunkan kurva pertumbuhan Covid-19, menjaga ketahanan pangan masyarakat, dan menurunkan angka gizi buruk, mendorong roda perekonomian bangkit kembali, sekaligus menurunkan angka kejahatan.
Program itu didesain dalam bentuk lomba ‘Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru’. Lomba ini diikuti semua desa di NTB yang berjumlah 1.136 desa, dan akan berlangsung sampai lebih dari tiga bulan.
Program ini juga sebagai respons dari TR Kapolri yang memerintahkan tiap Polda untuk melakukan penanganan terhadap Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan, dan sosial ekonomi.
Dalam TR-nya, Kapolri meminta untuk mengedepankan soft approach yang menjadi stimulan warga untuk menaati protokol pencegahan.
Dengan gelaran lomba itu diharapkan partisipasi masyarakat bisa maksimal. Dia menambahkan bahwa inisiatifnya ini mendapat dukungan penuh dari Pemprov NTB dan TNI.
“Memang sengaja, karena lomba adalah cara tercepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Saya menyadari intervensi sebaik apa pun tak akan berhasil jika masyarakat tidak terlibat. Dengan lomba, mereka akan menyusun sendiri protokol terbaik sesuai dengan lingkungannya,” kata Iqbal, Jumat (19/6).
“Ini memang target yang sangat tinggi untuk sebuah program. Tapi, kami dan semua di NTB melihatnya tidak mustahil dicapai. Apa yang tidak mungkin dilakukan jika semua unsur terlibat aktif dan sinergi. Yang terpenting, melalui lomba ini, NTB sudah berada pada rel yang tepat untuk menjadi bangkit dari Pandemi Covid-19. NTB bisa menjadi akronim dari Next Time Better,” sambungnya.
Sukses Amankan Ajang WSBK di Mandalika
Menjelang akhir jabatannya di Polda NTB, Iqbal sukses melakukan pengamanan terhadap ajang WSBK di Mandalika, mulai dari pembangunan sirkuit pada Oktober 2019 hingga dipakainya sirkuit tersebut pada November 2021 lalu.
Dalam perhelatan WSBK tersebut, mantan Kadiv Humas Polri ini membeberkan catatan evaluasi dalam ajang Asia Talent Cup (ATC) dan WSBK 2021 yang harus menjadi bahan perbaikan untuk kesiapan menyambut MotoGP 2022.
“Kita ingin ada peningkatan mutu dari semua aspek, karena Maret 2022 kita akan menjadi tuan rumah MotoGP,” ucap Iqbal.
Dalam catatannya, perbaikan tidak hanya pada manajemen transportasi. Menurut dia, papan petunjuk yang berisi peta menuju lokasi juga perlu disebar, terutama di kawasan Mandalika.
Begitu juga dengan penerangan jalan umum (PJU), utamanya yang menuju areal sirkuit, serta di areal parkir sentral. Keberadaan hewan liar juga penting menjadi perhatian.
Iqbal juga mengingatkan bahwa pengamanan pada lapisan pertama yang berada di dalam areal sirkuit menjadi tanggung jawab penyelenggara kegiatan. Manajemen parkir, penanganan cuaca, perbantuan TNI yang diusulkan dalam operasi mandiri, sosialisasi dalam bentuk pemasaran dan pembentukan citra serta manajemen media, juga harus ada perbaikan.
“Sebenarnya secara umum berjalan sukses dan lancar. Tetapi tetap akan kita kuatkan lagi untuk MotoGP nanti. Berbagai macam peranan, akan kita kuatkan,” jelasnya.
Menurut dia, gengsi perhelatan MotoGP sudah berbeda dengan ATC dan WSBK. Balap kelas dunia yang satu ini diprediksinya akan menarik penonton dengan jumlah yang lebih banyak. Perkiraannya mencapai ratusan ribu orang.
“Karena itu kita ingin menyempurnakan kekurangan yang ada. Dari aspek pengamanan, keamanan, dan pelayanan masyarakat,” tegasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.





