Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pengembangan industri kereta api nasional sebagai salah satu sektor strategis yang mampu memperkuat konektivitas domestik dan regional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena industri ini merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.
“Di momen-momen menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, saya melihat satu perkembangan industri yang dimiliki Indonesia berupa industri kereta api yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Ini harus dikembangkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang begitu banyak kebutuhannya,” ujar Bambang Haryo di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Politisi yang akrab disapa BHS itu menilai, pengembangan jalur kereta api lintas pulau harus menjadi prioritas. Ia mencontohkan jalur Trans Sumatera yang masih kurang sekitar 1.000 kilometer untuk menghubungkan Lampung hingga Aceh. Penyelesaiannya diyakini dapat memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam angkutan logistik dan transportasi antarpovinsi.
Selain itu, BHS juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jalur Trans Sulawesi sepanjang kurang lebih 2.500 kilometer. Proyek tersebut akan memerlukan rangkaian kereta dalam jumlah besar yang dapat diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
“Demikian juga untuk kebutuhan regional/ASEAN, kita harus bisa memasarkan produk PT INKA ke seluruh negara di ASEAN yang tentu membutuhkan pengembangan rangkaian kereta api untuk menghubungkan seluruh negara-negara ASEAN dalam mewujudkan ASEAN Connectivity,” jelasnya.
BHS optimistis PT INKA dapat berperan penting dalam menyediakan transportasi massal modern, baik untuk kebutuhan nasional maupun regional. “Sukses untuk PT INKA di Dirgahayu Kemerdekaan ke-80 Indonesia! PT INKA bisa berperan untuk memberikan kontribusi transportasi supermassal yang dibutuhkan Indonesia maupun negara ASEAN,” pungkasnya.





