Surabaya – Museum Surabaya dinilai masih menyimpan potensi besar sebagai pusat warisan sejarah perjuangan rakyat, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat melakukan kunjungan ke museum yang berlokasi di Gedung Siola, Rabu (18/6).
Menurut Bambang, Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dan mendalam, namun narasi itu belum tergambar secara menyeluruh dalam tampilan dan isi museum.
“Kita memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, dari perjuangan rakyat 10 November hingga tokoh nasional seperti Bung Karno dan Bung Tomo. Museum ini seharusnya menjadi panggung utama untuk menyuarakan itu,” kata Bambang.
Ia menilai perlunya reformulasi konsep museum agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi benda-benda, tetapi juga ruang edukatif yang interaktif, informatif, dan menggugah semangat kebangsaan generasi muda.
Bambang mengusulkan agar pemerintah kota menggencarkan program kunjungan wajib ke museum bagi pelajar, mahasiswa, hingga kalangan pekerja. Dengan lebih dari seribu lembaga pendidikan di Surabaya, museum bisa menjadi sarana pembelajaran sejarah yang efektif dan rutin.
“Jika pelajar dan pekerja industri diajak rutin ke museum, maka nilai sejarah akan lebih tertanam. Ini juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan dan kesadaran kolektif akan jati diri bangsa,” tambahnya.
Ia juga membandingkan dengan negara-negara lain seperti Vietnam yang mampu menyulap museum sejarahnya menjadi daya tarik utama pariwisata dengan narasi perjuangan yang kuat.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum dan Seni Budaya, Saidatul Makmunah, menyambut baik masukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa museum saat ini telah menjalankan program “Goes to Museum” dengan menggandeng sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan.
“Setiap hari kami menerima kunjungan dari sekolah. Tapi kami juga menyadari perlunya penambahan konten sejarah lokal dan kegiatan kreatif di museum,” ujarnya.
Menurutnya, pihak museum tengah mengembangkan sejumlah program seperti diskusi sejarah, lokakarya budaya, hingga kelas seni untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Museum Surabaya ke depan diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang publik yang menyuarakan semangat perjuangan, memperkuat karakter kebangsaan, dan memperkenalkan identitas Surabaya kepada dunia.





