Bambang Haryo Nilai Kereta Api Trans Sumatera Penopang Utama Distribusi SDA

Sabtu, 31 Jan 2026 12:00 WIB
Bambang Haryo Nilai Kereta Api Trans Sumatera Penopang Utama Distribusi SDA
Kunjungan Anggota DPR-RI di Stasiun Tanjung karang Bandar lampung/Foto : Istimewa

Bandarlampung — Jalur kereta api Trans Sumatera dinilai menjadi penopang utama distribusi sumber daya alam dan penguatan ekonomi wilayah di Pulau Sumatera. Penilaian tersebut disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, saat kunjungan kerja ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang, Jumat, 30 Januari 2026.

Bambang Haryo yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalur Trans Sumatera merupakan kebutuhan mendesak, mengingat besarnya potensi logistik dan aktivitas industri di kawasan tersebut.

“Trans Sumatera harus dipercepat penyelesaiannya. Jalur ini sangat dibutuhkan, terutama untuk mendukung logistik dan distribusi sumber daya alam yang sangat besar di Sumatera,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, kereta api memiliki keunggulan sebagai moda transportasi massal dan super massal dengan kapasitas angkut tinggi dan biaya yang lebih efisien. Salah satu contoh konkret adalah angkutan batu bara yang dapat mencapai sekitar 40 ribu ton per hari, dengan pengoperasian sekitar 27 train set.

“Dari satu komoditas saja, batu bara, kontribusinya bisa mencapai 40 ribu ton per hari. Ini menunjukkan betapa vitalnya peran kereta api dalam mendukung aktivitas ekonomi Sumatera,” ujarnya.

Menurut Bambang Haryo, pemanfaatan jalur kereta api secara optimal juga akan mengurangi beban transportasi darat yang selama ini berdampak pada kerusakan jalan dan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jika logistik terus bergantung pada jalan raya, kerusakan infrastruktur akan semakin besar dan biaya pemeliharaan meningkat. Kereta api menjadi solusi yang jauh lebih aman dan efisien,” katanya.

Selain sektor logistik, Bambang Haryo menilai pembangunan jalur Trans Sumatera juga berpotensi besar mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata melalui konektivitas antarwilayah yang lebih baik.

“Kereta api bukan hanya soal angkutan barang dan penumpang, tetapi juga penggerak industri, pariwisata, dan sektor-sektor strategis lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar seribu kilometer jalur Trans Sumatera yang belum tersambung secara utuh. Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan perhatian dan komitmen lebih agar proyek tersebut dapat segera diselesaikan.

“Jika jalur Trans Sumatera terhubung sepenuhnya, manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tegas Bambang Haryo.

Pos terkait