Brilian-News.id | PROBOLINGGO,-Melihat pembangunan pelebaran jalan di jalan raya provinsi Probolinggo – Lumajang tahun 2023 – 2024 yang memakan dana miliaran rupiah.
Minggu 28 Januari saat Brilian-News.id Bersama Baihaki akbar ketua (AMI) Aliansi Madura Indonesia melintas, kami mendapati bangunan talud yang jebol dan bisa di katakan pekerjaannya AMBURADUL.
Pada umumnya talud penahan tanah memiliki desain ketebalan di bawah tidak sama dengan yang di atas, dan tingkat kemiringan talud juga harus diperhatikan sesuai beban tanah yang harus disangga.
Mirisnya proyek provinsi yang ada di jalan raya Probolinggo – Lumajang tepatnya di depan POS Polisi Malasan diduga tidak sesuai RAB / desain yang di sediakan.
Tingkat kemiringan talud juga bisa dibilang tidak ada, bahkan batu yang terpasang tidak semua memakai batu pecah, dan ironisnya lagi tingkat kekuatan semen saat kami pegang sangat rapuh.
Saat wartawan Brilian-News.id mengonfirmasi terkait hal itu kepada pelaksana pembangunan beliau menjelaskan, “itu masih tanggung jawab saya mas, dari pembangunan itu saya juga belum menerima uangnya, semua masih memakai dana pribadi saya”, jelasnya.
“masalah kemiringan tanah, saya buat seperti itu karena di lokasi tersebut sudah mentok dan sudah memakan tanah warga”, imbuhnya.
Dengan adanya pembangunan yang kami nilai amburadul, maka Baihaki Akbar ketua (AMI) Aliansi Madura Indonesia akan segera membawa sampel beton ke laboratorium untuk melakukan tes, dan kami juga segera menyerahkan hasilnya ke balai besar. Bersambung-





