Akibat Jalan Rusak Parah, Warga Desa Kebonrejo Grati Turun Blokir Jalan

Kamis, 7 Apr 2022 17:51 WIB
Akibat Jalan Rusak Parah, Warga Desa Kebonrejo Grati Turun Blokir Jalan

Brilian°Pasuruan – Permasalahan adanya perusahaan tambang batu di wilayah Kecamatan Lumbang dan Winongan, Kabupaten Pasuruan kembali bergejolak. Warga dari Dusun Pandansari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati meluapkan emosi mereka dengan cara menutup akses jalan bagi armada truk pengangkut batu dengan menaruh bongkahan batu dan kayu ditengah jalan, Kamis (7/4/2022) pukul 09.00 wib.

Tak hayal karena aksi warga ini, puluhan truk harusnya rela mengantri berjejer tak bisa melewati jalan yang ditutup warga tersebut. Permasalahan sendiri bermula dari banyaknya mobil tambang yang menyebabkan polusi udara berupa debu serta menyebabkan jalan rusak parah yang dianggap menyulitkan warga desa sewaktu beraktifitas.

Selain itu juga di anggap membahayakan kesehatan warga, serta kemacetan dan laka lantas di jalan desa memicu kemarahan warga. Salah satu warga menyatakan bahwa penutupan jalur tersebut adalah sebagai bentuk kekecewaan atas pembenahan jalan tambang yang dianggap tidak sesuai harapan dan tidak pernah melibatkan warga setempat.

Terlihat petugas kepolisian dari polsek Grati serta Polres Pasuruan Kota di titik dimana jalur penutupan tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Warga lain, M.Imron salah satu warga desa Kebonrejo dilokasi menyatakan bahwa, “Penutupan jalan oleh warga saat ini dilakukan secara spontan akibat warga merasa lama dirugikan oleh pihak perusahaan akibat jalan rusak serta debu yang mengotori rumah yang menyebabkan terganggunya pernafasa,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan kepala desa Kebonrejo, Subandi, “Saya juga baru tahu dihubungi warga kalau hari ini ada penutupan jalan, memang sejak lama ada riak-riak keluhan warga Desa ke saya akibat jalan rusak parah di jalur Desa Sumberejo Pasar ngopak. Puncaknya hari ini warga desa spontan blokir jalan tanpa ada yang mengkomandoi,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait perbaikan jalan yang rusak akibat truk tambang selama ini, Kepala Desa Kebonrejo Subandi, menjelaskan,”memang ada keterangan dari salah satu pengurus perusahaan yang menjelaskan bahwa selama ini ada iuran dari 15 perusahaan sebesar 500 ribu rupiah tiap perusahaan yang diberikan pada Taufik untuk benah jalan. Tapi kami di pemerintah Desa tidak tahu peruntukan dan siapa yang melakukan benah jalanya, karena memang tidak pernah diberitahu,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *