Tradisi Pacu Jalur Jadi Sorotan Dunia, Bambang Haryo Ajak Daerah Bangkitkan Wisata Budaya

Kamis, 10 Jul 2025 11:34 WIB
Tradisi Pacu Jalur Jadi Sorotan Dunia, Bambang Haryo Ajak Daerah Bangkitkan Wisata Budaya
Foto : Kemenpar

KUANTAN SINGINGI – Semarak tradisi Pacu Jalur, lomba dayung khas dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kini tak hanya mengguncang pentas lokal, tapi juga mencuri perhatian dunia. Bahkan, budaya ini tengah menjadi tren yang diperbincangkan masyarakat Amerika.

Fenomena tersebut disambut positif oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang menilai Pacu Jalur punya daya tarik kuat untuk menjadi andalan pariwisata budaya Indonesia ke depan. Ia melihat bahwa kombinasi antara adu kecepatan perahu panjang dan tarian khas Pacu Jalur menyajikan tontonan unik yang tak ditemukan di negara lain.

“Pacu Jalur bukan sekadar lomba, ini adalah pesta budaya rakyat yang hidup dan bernapas dari tradisi. Jika dikembangkan dengan baik, potensi mendatangkan wisatawan mancanegara sangat besar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Namun, Bambang mengingatkan bahwa perhatian dunia saja belum cukup. Diperlukan kesiapan dari pemerintah daerah, khususnya Kuansing, untuk memastikan wisatawan mendapat pengalaman yang nyaman dan berkesan. Ia menyarankan pembenahan transportasi publik yang efisien, peningkatan kualitas hotel dan restoran lokal, serta penyediaan fasilitas penonton yang layak seperti tribun dan toilet bersih.

“Ini saatnya Kuansing berbenah. Jangan sampai perhatian internasional justru tidak ditindaklanjuti dengan persiapan yang serius,” tegasnya.

Tak hanya soal infrastruktur, politisi yang dikenal peduli terhadap sektor transportasi ini juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal. Produk-produk kerajinan tangan, suvenir etnik, dan makanan khas setempat menurutnya harus tampil menonjol sebagai bagian dari atraksi utama.

Menariknya, Bambang juga mengajak daerah lain untuk tidak ragu mengangkat tradisi serupa. Ia mencontohkan karapan sapi dari Madura sebagai salah satu warisan budaya yang sangat potensial untuk dipromosikan ke dunia internasional, terutama jika dikemas dengan unsur seni seperti tarian tradisional Madura.

“Event budaya seperti Pacu Jalur atau Karapan Sapi bukan hanya bisa menghibur, tapi juga menjadi alat diplomasi budaya Indonesia. Dunia sedang mencari sesuatu yang otentik, dan kita memilikinya,” tambahnya.

Bambang berharap pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi dalam menciptakan sistem promosi yang berkelanjutan, termasuk memaksimalkan platform digital untuk menjangkau audiens global.

“Kita tidak boleh hanya bangga karena budaya kita dilirik dunia. Kita harus siap menerima tamu dari dunia itu,” pungkasnya.

Pos terkait