Tinjau Pasar Krian, Bambang Haryo Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Pengendalian Harga

Rabu, 4 Mar 2026 14:28 WIB
Tinjau Pasar Krian, Bambang Haryo Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Pengendalian Harga

SIDOARJO – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai Pasar Krian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat perdagangan regional. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung ke pasar tersebut, Selasa.

Menurutnya, Pasar Krian merupakan pasar terbesar di kawasan perbatasan yang terletak di jalur antarprovinsi serta berada di kawasan industri. Posisi ini dinilai strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Gresik.

“Pasar Krian ini pasar terbesar dan letaknya sangat strategis, berada di jalur antarprovinsi serta di wilayah industri,” ujar Bambang Haryo di sela dialog dengan pedagang.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, dengan lokasi tersebut, Pasar Krian berpeluang menjadi etalase Kabupaten Sidoarjo. Namun, ia menilai perlu adanya pembenahan agar kondisi pasar dapat mencerminkan citra daerah secara positif.

“Karena berbatasan dengan Gresik dan Mojokerto, pasar ini bisa menjadi wajah Sidoarjo. Kalau kondisinya kurang baik tentu berdampak pada citra daerah,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Bambang Haryo juga memeriksa perkembangan harga kebutuhan pokok. Ia memastikan sebagian besar harga relatif stabil dan masih dalam batas wajar.

“Secara umum harga masih terkendali, hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan hingga sekitar Rp90 ribu per kilogram,” ujarnya.

Terkait lonjakan harga cabai, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mencari solusi alternatif guna menjaga ketersediaan pasokan. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, menurutnya, adalah mendatangkan cabai dari daerah yang menawarkan harga lebih rendah, seperti Sulawesi.

“Perlu ada langkah terobosan, misalnya mendatangkan pasokan dari Sulawesi yang harganya lebih murah dibandingkan di Jawa,” katanya.

Kepala Pasar Krian, Maria Ulfa, berharap adanya peningkatan fasilitas dan perbaikan infrastruktur guna mempertahankan daya saing pasar tradisional tersebut. Ia juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.

Sementara itu, Ketua Pedagang Pasar Sidoarjo, Soleh, mendorong pedagang untuk meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan platform digital. Menurutnya, perpaduan antara metode penjualan langsung dan daring dapat memperluas jangkauan konsumen.

“Sudah ada pedagang yang menggunakan media sosial seperti TikTok untuk berjualan, sehingga pembeli dari luar Sidoarjo tertarik datang langsung ke Pasar Krian,” ujarnya.

Pos terkait