Brilian-news.id | Madiun — Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Madiun terus menunjukkan hasil nyata. Melalui kegiatan budidaya perikanan yang dilaksanakan di Branggang Eco Park, warga binaan pemasyarakatan (WBP) kembali melaksanakan panen lele dalam jumlah besar. Panen rutin ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan dapur Lapas secara mandiri Kamis (23/04).
Dalam kegiatan panen kali ini, ribuan ekor lele berhasil dipanen dari kolam budidaya yang dikelola langsung oleh WBP di bawah bimbingan petugas. Hasil panen tersebut selanjutnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian di dapur Lapas, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Kepala Lapas Kelas I Madiun melalui Kabid Giatja Nurma Yulianti menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Program ini merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti. Selain itu, hasilnya juga langsung dirasakan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan WBP DM yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku bangga dapat berkontribusi melalui program budidaya lele. “Kami merasa senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, kami juga merasa lebih produktif karena hasil kerja kami benar-benar bermanfaat, baik untuk kami sendiri maupun untuk Lapas,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan panen yang konsisten, program budidaya lele di Branggang Eco Park diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh pembinaan yang produktif, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.





