Pernyataan Ega Setelah Dipanggil Kejari Dianggap Kontradiktif dan Memicu Reaksi Publik

Rabu, 3 Des 2025 14:28 WIB
Pernyataan Ega Setelah Dipanggil Kejari Dianggap Kontradiktif dan Memicu Reaksi Publik
Oplus_16908288

Brilian•BANDUNG – Pernyataan Ega Kibar Ramdhani usai pemanggilan ulang oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung dalam kasus dugaan jual beli jabatan kembali memicu gelombang reaksi keras dari warga. Klarifikasi yang disampaikan pada Rabu, 3 Desember 2025 itu dianggap publik bertentangan dengan rumor yang selama ini berkembang. Dalam pernyataannya, Ega menegaskan bahwa seluruh urusan administratif berada di tangan Wali Kota, sementara dirinya hanyalah pihak swasta tanpa kewenangan apa pun.

Pemerhati Kota Bandung, Yoseph, menilai klarifikasi Ega terkesan sebagai upaya mengalihkan sorotan. Ia menyebut, pernyataan tersebut justru memperlebar tanda tanya publik. “Ini seperti blunder. Seolah ingin melempar tanggung jawab ke struktur formal pemerintahan, padahal publik sudah menilai lain,” ujarnya.

Yoseph mengingatkan bahwa Ega memiliki rekam jejak politik sebagai mantan Ketua PAC PKB Kiaracondong, wilayah yang dikenal dekat dengan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. “Kedekatan itu tidak bisa dilepaskan begitu saja,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Pemanggilan kedua oleh penyidik Kejari dianggap sebagai sinyal kuat bahwa ada bukti pendukung terkait dugaan keterlibatan Ega. “Kalau tidak ada bukti, penyidik tidak akan memanggil dua kali,” tambah Yoseph.

Klarifikasi tersebut memicu reaksi keras dari netizen. Banyak yang menilai pernyataan Ega seperti upaya mencuci tangan dari dugaan yang beredar. Komentar publik semakin memperkuat persepsi bahwa ada figur-figur “di luar sistem” yang ikut berperan dalam dinamika mutasi jabatan.

Kini publik menanti langkah Kejari selanjutnya. Puluhan saksi telah diperiksa, mulai dari pejabat pemkot, anggota DPRD, hingga dua figur swasta yakni Angga dan Ega. Proses hukum ini diperkirakan masih akan terus bergulir.**

Pos terkait