Brilian°Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional ke-17 yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan minum jamu bersama dan edukasi herbal bagi pegawai dan masyarakat pengunjung layanan perizinan di kantor Dinas Kesehatan.
Dengan mengusung tema “Kebangkitan Nasional Indonesia melalui Mahakarya Warisan Budaya Nusantara Jamu (Djampi Oesodo)”, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pelestarian budaya leluhur.
Acara turut dihadiri oleh Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) serta perwakilan dari Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI) Kabupaten Kediri.
Jamu sebagai Warisan Budaya dan Solusi Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar jamu kembali mendapat tempat di hati masyarakat.
“Jamu adalah warisan nenek moyang yang terbukti secara turun-temurun memberikan manfaat kesehatan. Kami ingin mengajak masyarakat untuk membiasakan kembali minum jamu, terutama sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah aktif mengembangkan Kelompok Asuhan Mandiri TOGA dan Akupresur, dengan total 129 kelompok yang tersebar di 94 desa, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam memelihara kesehatan secara mandiri menggunakan tanaman obat dan teknik akupresur.
Ramuan Tradisional untuk Imunitas
Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan ramuan jamu tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yang berbahan dasar:
Jahe emprit
Temulawak
Pegagan
Gula merah
Ramuan ini direbus dan diminum hangat dua kali sehari. Selain itu, juga diperkenalkan teknik akupresur sederhana yang dapat dilakukan mandiri di rumah untuk menunjang sistem kekebalan tubuh.
Pelestarian Jamu di Tengah Modernisasi
Meski telah hadir berbagai bentuk pengobatan modern, jamu tetap menjadi pilihan masyarakat karena:
Bahan mudah diperoleh dan murah
Dapat diracik sendiri di rumah
Memiliki khasiat empiris dan aman bila digunakan sesuai aturan
Tanaman herbal seperti temulawak, kunyit, jahe, dan pegagan diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti kurkumin dan gingerol yang bersifat antiinflamasi, antioksidan, dan imunostimulan.
Jamu juga bermanfaat sebagai pendamping perawatan untuk penyakit menular (seperti TBC, HIV, dan influenza) maupun penyakit tidak menular (seperti hipertensi, kolesterol, dan gangguan lambung).
Ajak Masyarakat Jadi Pelestari
Dinas Kesehatan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk menjadi pelestari jamu dengan mulai mengkonsumsi jamu secara rutin dan bijak, serta mendukung pemanfaatan TOGA dan akupresur dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari bersama kita jaga kesehatan dan warisan budaya bangsa melalui jamu. Selamat Hari Jamu Nasional ke-17!” tutup dr. Ahmad Khotib. (Lmd)





