Peringati Hari AIDS Sedunia 2025, Lapas Bondowoso Laksanakan Skrining HIV Massal

Sabtu, 29 Nov 2025 14:19 WIB
Peringati Hari AIDS Sedunia 2025, Lapas Bondowoso Laksanakan Skrining HIV Massal

Brilian-news.id | Bondowoso – Dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2025, Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menggandeng Puskesmas Kotakulon untuk melaksanakan kegiatan skrining HIV/AIDS massal. Program ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya deteksi dini penyebaran HIV di lingkungan pemasyarakatan (29/11).

Kegiatan skrining berlangsung di area depan Klinik Pratama Lapas Bondowoso dan menyasar 50 warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang terdiri atas 41 laki-laki dan 9 perempuan. Melalui kegiatan ini, kedua instansi berupaya memberikan jaminan layanan kesehatan yang humanis dan berkesinambungan bagi seluruh warga binaan, selaras dengan program prioritas nasional di bidang kesehatan.

Tim pelaksana kegiatan berasal dari dua institusi. Dari pihak lapas, kegiatan dipimpin oleh dokter ahli muda Lapas Bondowoso, dibantu oleh staf Keswat serta empat peserta magang nasional di bawah pengawasan Kasi Binadik Giatja. Sementara dari Puskesmas Kotakulon, hadir Dini Ratifa, S.Keb selaku Penanggung Jawab Program HIV/AIDS dan PIMS, serta Umi Muarofah, AMAK, ahli teknologi laboratorium medik.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang disampaikan langsung oleh dokter lapas kepada seluruh peserta skrining. Setelah itu, dilakukan pendataan ulang untuk memastikan keakuratan identitas WBP, dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah oleh tim medis. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Puskesmas Kotakulon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak lapas dan puskesmas telah menyiapkan prosedur lanjutan jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi positif HIV. WBP yang terdeteksi akan mendapatkan pendampingan medis, konseling lanjutan, dan penanganan komprehensif sesuai standar pelayanan kesehatan. Upaya ini ditekankan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan WBP serta pencegahan penularan di dalam lingkungan lapas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan dini. Sinergi antara Lapas Bondowoso dan Puskesmas Kotakulon menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan responsif terhadap isu kesehatan masyarakat.

Pos terkait