Kurang Kajian yang Tajam, Halte Bus di Kota Bandung Terbengkalai

Jumat, 11 Nov 2022 21:28 WIB
Kurang Kajian yang Tajam, Halte Bus di Kota Bandung Terbengkalai

Brilian•Bandung – Kota Bandung kian hari kesannya makin sareukseuk, dengan hadirnya halte bus yang tak berfungsi atau terbengkalai.

Kondisi itu menimbulkan kesan Pemkot Bandung memaksakan diri untuk mendapatkan bus dari Kementrian perhubungan (Kemenhub).

Bahkan kajian penataan kota yang tidak lengkap (komprehensif) sehingga memunculkan pemandangan sudut kota yang rumek.

Hal itu dikatakan Herry Mei Oloan, Ketua Pemuda Demokrat Indonesia (PDI) Jawa Barat terkait menanggapi banyaknya halte bus yang terbengkalai di setiap sudut Kota.

Moda transportasi masal, tambah Hery, bertujuan untuk mengurai kemacetan lalulintas jalan raya.

“Maka saat Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan hibah bus, ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan,” kata Hery kepada wartawan di Bandung belum lama ini.

Akan tetapi, lanjutnya, untuk mendapatkan bus atau moda transportasi massal Kemenhub itu, lada persyaratan teknis yang harus di penuhi oleh kota/kabupaten sebagai penerima hibah.

Salah satunya adalah penerima hibah harus melakukan kajian komprehensif sebelum turunnya bantuan bus hibah tersebut.

“Nah yang terjadi di Kota Bandung sepertinya tidak sepenuhnya dilakukan kajian komprehensif itu,” tuturnya.

Sehingga muncul kesan memaksakan diri untuk mendapatkan hibah bus dari Kemenhub. Akibatnya, tambah Hery, tujuan moda transportasi sebagai pengurai kemacetan tidak terwujud.

“Justru yang terjadi adalah infrastruktur yang sudah dibangun terbengkalai dan menjadi pemandangan pikasareukseukeun,” ucapnya.

Adapun soal kajian menyeluruh yang dimaksud Hery, adalah kajian seperti lebar jalan, jarak antar lampu merah yang pendek-pendek (berdekatan), rute tujuan antar bus, jumlah pengguna moda transportasi.

Kemudian rasio penambahan jumlah kendaraan dengan penambahan panjang jalan, keamanan dan kenyamanan penumpang, termasuk fasilitas pendukung berupa shelter sebagai tempat naik-turunnya penumpang.

Oleh karena itu, tambahnya, sebagai tokoh pemuda pihaknya berharap, kedepan Pemkot Bandung harus melakukan kajian komprehensif tajam sebelum meluncurkan program atau proyek kegiatan.

“Jangan memaksakan diri akan sesuatu, apalagi hanya untuk menarik simpati atau pencitraan saja,”tuturnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *