Brilian°Jabar – Pada masa reses terbaru, Tetep Abdulatip menerima berbagai aspirasi, salah satunya berkaitan dengan permasalahan insentif bagi guru madrasah diniyah.
Menurutnya, sebelumnya, provinsi telah meluncurkan program yang memberikan insentif sebesar Rp 1.200.000 kepada guru-guru madrasah. Namun, saat ini program tersebut tidak berlaku lagi, sehingga masyarakat mengusulkan agar insentif ini kembali diprogramkan.
Tetep menyampaikan dukungannya terhadap guru-guru madrasah yang, meskipun tidak memiliki pendapatan lain, dengan tulus menyumbangkan waktu dan tenaga mereka untuk membina generasi penerus bangsa.
Ia menekankan perlunya kebijakan anggaran yang mendukung mereka yang telah berkorban untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat, tidak hanya dari segi kecerdasan tetapi juga pembinaan akhlak.
Menurutnya, pemerintah harus memberikan apresiasi terhadap madrasah dan guru-gurunya, mengakui kontribusi mereka terhadap pendidikan dan pembinaan akhlak generasi muda. Abdulatip menekankan bahwa pendidikan agama, termasuk melalui madrasah, memiliki peran penting dalam mendidik generasi yang cerdas dan berakhlak baik.
Tetep juga mencatat bahwa perbedaan antara institusi pendidikan negeri dan swasta, serta antara pendidikan umum dan agama, tidak boleh dibesar-besarkan. Ia menyoroti bahwa sumbangan dari pesantren atau madrasah terhadap perbaikan akhlak generasi adalah suatu hal yang tidak bisa diabaikan.
Dalam upayanya memperjuangkan insentif bagi guru madrasah, Tetep juga menyinggung masalah sarana dan prasarana, termasuk ruang kelas. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengadvokasi hak-hak guru madrasah, sekaligus membahas hal-hal terkait dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas.
Tetep menilai bahwa kerjasama antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat sangat diperlukan untuk mencapai kesepakatan dan alokasi anggaran yang memadai. Ia menegaskan bahwa kebijakan anggaran dan politik anggaran yang tepat dapat memberikan keberpihakan kepada guru-guru madrasah dan lembaga pendidikan agama secara menyeluruh.





