SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai pengembangan Kampung Wisata di Kota Surabaya harus diawali dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan.
Menurut BHS, Surabaya memiliki potensi besar melalui puluhan kampung tematik yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakat.
“Surabaya itu bisa dikatakan sebenarnya punya setingkat Desa Wisata cukup banyak, yang sebenarnya bisa ditingkatkan jumlah kunjungan turis, terutama turis mancanegara. Dan target kita turis domestik juga harus tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan pengelolaan Kampung Wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi budaya, tetapi juga harus didukung akses transportasi publik, sarana dan prasarana, serta fasilitas penunjang yang memadai.
Sebagai contoh, BHS menyoroti pengelolaan destinasi wisata di Penang, Malaysia, yang dinilai berhasil mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan wisata.
“Seperti yang dilakukan Penang, kampung wisatanya sedikit tapi dikemas secara baik. Transportasi publiknya langsung ke destinasi wisata, ini kita menginginkan dikelola dengan baik,” katanya.
Data menunjukkan Kota Surabaya memiliki sekitar 18 Kampung Wisata dari total 46 kampung tematik yang meliputi kategori kampung wisata, unggulan, dan ekologi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Naili Sa’adah, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas promosi Kampung Wisata melalui kerja sama dengan lima platform agen perjalanan.
Menurutnya, seluruh Kampung Wisata, termasuk yang berada di Surabaya, didorong bergabung dalam platform tersebut agar lebih mudah diakses wisatawan.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga tengah menawarkan paket wisata lokal kepada sekolah-sekolah internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisata di dalam negeri.
Kegiatan tersebut disampaikan dalam Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Melalui Promosi Desa Wisata yang diselenggarakan bersama Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kota Surabaya.

