Antisipasi Arus Mudik 2026, Dharma Lautan Utama Terapkan Sistem Tiket Multi-Periode

Kamis, 4 Des 2025 11:20 WIB
Antisipasi Arus Mudik 2026, Dharma Lautan Utama Terapkan Sistem Tiket Multi-Periode

Antisipasi Arus Mudik 2026, Dharma Lautan Utama Terapkan Sistem Tiket Multi-Periode

SOLO – Persaingan layanan transportasi laut semakin ketat menjelang Lebaran 2026. PT Dharma Lautan Utama (DLU) mengambil langkah berbeda: selain menambah armada, perusahaan ini menerapkan sistem penjualan tiket multi-periode untuk mengurai kepadatan di pelabuhan.

Direktur Utama DLU, Erwin H Poedjono, mengatakan langkah tersebut diambil karena tingginya mobilitas masyarakat tidak hanya pada H-7 dan H-3, tetapi mulai satu bulan sebelumnya akibat tradisi nyadran dan mudik dini. “Tahun depan Lebaran jatuh pada Maret, jadi pergerakan masyarakat sudah terasa dari Februari,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

DLU telah melakukan koordinasi internal sejak awal bulan dengan seluruh cabang. Sebanyak 50 kapal disiapkan untuk angkutan penyeberangan nasional. Persiapan SDM, administrasi, logistik, dan operasional juga dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Sistem tiket multi-periode dianggap menjadi kunci pengurai kemacetan. Konsumen diberi opsi pembelian tiket dua bulan sebelum keberangkatan, satu bulan sebelum, hingga H-14. Selain lebih murah, strategi ini ditujukan untuk mengarahkan penumpang agar berangkat lebih awal.

“Ini supaya tidak menumpuk di satu hari. Sedangkan dari sisi tarif, kami buat lebih rendah untuk pemesanan awal,” kata Erwin.

Diperkirakan arus mudik tahun depan naik 10–15 persen, dipicu meningkatnya angkutan logistik, kendaraan pribadi, dan penumpang pejalan kaki.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan DLU menjadi contoh operator nasional yang paling siap menghadapi puncak mudik. “Persiapan dilakukan tiga bulan sebelumnya, dan ini menyangkut logistik serta keselamatan pelayaran. Ini patut dicontoh,” katanya.

Ia menilai langkah DLU membantu pemerintah dalam memastikan arus mudik berlangsung lancar sehingga mengurangi titik kemacetan di pelabuhan. Ia berharap sistem tarif murah untuk pemesanan awal bisa mendorong masyarakat tidak berkumpul pada hari puncak.

Ketua GAPASDAP, Khoiri Soetomo, meminta pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan. Menurutnya, saat ini ada oversupply kapal namun infrastruktur tidak memadai. “Kalau dermaga dan kolam pelabuhan tidak diperluas, akan terjadi antrean panjang,” ujarnya.

Khoiri juga mendorong percepatan jaringan tol menuju pelabuhan sebagai bagian dari strategi nasional angkutan Lebaran.

Pos terkait